• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Kilas Balik Penyakit Populer 2019: Diabetes, si Silent Killer

by M Zulfikar Akbar
5 Januari 2020, 14:00
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Tak menjaga pola makan dengan baik bisa jadi pemicu. Jangan biasakan konsumsi makanan cepat saji. Hindari diabetes dengan konsumsi buah atau sayur kaya serat. (THEJAKARTAPOST.COM)

Tak menjaga pola makan dengan baik bisa jadi pemicu. Jangan biasakan konsumsi makanan cepat saji. Hindari diabetes dengan konsumsi buah atau sayur kaya serat. (THEJAKARTAPOST.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang 2019, beberapa penyakit sering dialami masyarakat, sebut saja diabetes, hipertensi, dan asma. Ketiganya hampir menyerang setiap kalangan. Diprediksi pada 2020, fenomena itu masih akan terjadi. Sebab itu, edukasi sangat penting. Agar tidak semakin banyak yang mengalami.

DIABETES bakal menyerang siapa saja, tak memandang perempuan atau pria. Disampaikan dr Carta A Gunawan SpPD, jika melihat yang terjadi di lapangan, jumlah pengidapnya kian bertambah walau tak dapat dipastikan jumlah spesifiknya. Bicara usia, paling sering diderita lansia. Namun Carta menyebut, usia yang masih terbilang muda pun bisa terjangkit. Sekitar usia 30 tahun.

Gejalanya diawali berat badan turun drastis, frekuensi buang air kecilnya meningkat, sering merasa haus, serta lesu dan lemah. Faktor keturunan pun memiliki risiko lebih tinggi. Tak hanya itu, sebagai contoh, orang yang jarang bergerak dan tidak melakukan aktivitas fisik juga berisiko. Begitu pula dengan obesitas.

Baca Juga:  Banyak Fungsi, Tak Hanya untuk Cek Jenis Kelamin

“Pada intinya, pengaruh gaya hidup yang tidak teratur juga jadi penentu diabetes. Apalagi bagi yang makanannya enggak dijaga. Sering makan cepat saji, bercita rasa manis, asin, atau gurih. Kalau dikonsumsi berlebihan ya bakal berakibat buruk,” ungkap Carta ditemui awal pekan lalu.

Lebih baik mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat serta menambah makanan rendah lemak demi menjaga berat badan ideal. Biasanya, pasien tak menyadari jika terjangkit diabetes. Maka ketika memutuskan berkonsultasi dengan dokter, sudah timbul masalah dan mengalami komplikasi cukup parah. Contohnya ada luka yang tidak kunjung sembuh dan baru disadari jika itu diabetes.

Paling sering ditemukan di bagian kaki. Jika sudah parah, kemungkinan kaki diamputasi. Saraf pasien diabetes terganggu sehingga ketika ada luka yang muncul karena lecet atau hal lain tidak disadari. Walhasil, luka melepuh. Kuman lebih mudah masuk dan makin berkembang disebabkan gulanya tinggi. Sulit disembuhkan. Kemudian, penglihatan kabur karena pengaruh gula atau sudah berpengaruh ke organ lain seperti serangan jantung dan gangguan pada ginjal. Kemungkinan serangan jantung kurang lebih 60 persen.

Baca Juga:  Mau Bakar Lemak Sampai 100 Kalori dengan Mudah, Ini Tipsnya

“Sebenarnya ada juga yang sudah tahu kalau menderita diabetes. Tapi tidak berobat teratur karena merasa masih baik-baik saja. Alasannya karena belum merasakan keluhan yang jelas. Padahal akan lebih baik jika langsung ditangani sejak awal,” imbuh pria berkacamata itu.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa diabetes dianggap sebagai penyakit yang menyerang perlahan. Namun jika sudah timbul komplikasi bakal berpotensi kematian. Carta sangat berharap jika tiap orang sudah memiliki kesadaran terkait penyakit yang dijuliki silent killer ini. Dimulai dengan pencegahan dini. Seandainya sudah telanjur mengalami, usahakan jangan sampai terkena komplikasi.

“Kalau memang teratur dalam menjaga pola makan dan minum obat, serta pola hidup sehat seperti berolahraga ya otomatis gulanya bakal terkontrol. Tidak akan timbul komplikasi. Tapi kalau dibiarkan terus sampai gulanya tinggi terima risikonya,” pungkas Carta. (*/ysm*/rdm2/k8/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: diabeteskesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

[BREAKING NEWS] Cuaca Buruk, BPBD Hentikan Sementara Penyeberangan ke Beras Basah

Next Post

Resep Ceker Setan, Buat Si Pecinta Pedas

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Gaya Hidup Nongkrong jadi Salah Satu Penyebab Banyaknya Gen Z Terkena Diabetes
Lifestyle

Gaya Hidup Nongkrong jadi Salah Satu Penyebab Banyaknya Gen Z Terkena Diabetes

11 Juni 2024, 17:00
Jangan Anggap Remeh, Kelebihan Gula Pada Anak Bisa Timbulkan 9 Penyakit yang Tak Terduga
Ragam

Jangan Anggap Remeh, Kelebihan Gula Pada Anak Bisa Timbulkan 9 Penyakit yang Tak Terduga

23 Mei 2024, 14:47

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.