• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bupati PPU Tak Mau Lagi Urusi Covid-19

by Redaksi Bontang Post
30 Juni 2021, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pernyataan mengejutkan datang dari Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud. Di tengah peningkatan kasus Covid-19, AGM menegaskan tak mau lagi ambil bagian dalam penanganan Covid-19 di Benuo Taka.

Statement mengejutkan ini disampaikan AGM setelah menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggung jawaban APBD Tahun Anggaran 2020, Selasa, (29/6/2021).

Ketua Satgas Covid-19 PPU ini menyatakan akan undur diri dari tim penanganan Covid-19. Ia beranggapan, kebijakannya selama ini justru hanya menimbulkan masalah hukum.

“Mulai hari ini, tahun ini, bulan enam, saya menyatakan akan menarik diri untuk mengurusi yang namanya Covid-19. Mulai dari pengadaan, penanganan serta yang lain-lain,” tegas kader Partai Demokrat ini.

Kegeraman AGM bukan tanpa sebab, dia menyoal Keputusan Presiden (KEPPRES) tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional, yang belakangan justru membuatnya terkena masalah hukum.

Baca Juga:  33 Tahanan Terpapar Covid-19, Polres Berikan Penanganan Maksimal

“Karena ini menjadi masalah untuk kami. Saya tidak mau jadi masalah. Kami mau menolong masyarakat, tapi ternyata menjadi masalah hukum. Saya tidak mengerti ini masalah hukum ini kenapa. Masalahnya kenapa,” ujar dia heran.

Terbaru, pengadaan bilik sterilisai atau chamber di Kabupaten PPU juga jadi masalah. Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan ada lebih bayar. Bilik manusia lebih bayar sekira Rp 509 juta, sementara untuk kendaraan lebih bayar sekira Rp 1,2 miliar.

“Kami mengadakan chamber, jadi masalah. Padahal masker saja yang dari harga 50 ribu satu kotak, saat itu di 2020 menjadi 500 ribu sampai jutaan rupiah. Chamber itu datang pada bulan 3, yang masih kurangnya perkapalan, pesawat dan akomodasi lainnya,” beber dia.

Baca Juga:  100 Pasien Covid-19 Sembuh

AGM menilai adanya Keppres itu sebagai peringatan negara dalam kondisi luar biasa (KLB). Risiko apapun harus diambil untuk mengatasi situasi darurat. Termasuk penggunaan anggaran.

Hanya belakangan, AGM kesal lantaran pengadaan barang yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 membuat pejabat terkait ikut diperiksa.

“Keperes tahun 2019-2020 tengang keadaan luar biasa. Kalau KLB (kejadian luar biasa), itu seperti perang apapun dilakukan. Jadi, saya selaku bupati diperiksa dan dipermasalahkan. Bahkan kepala Dinas Kesehatan juga diperiksa dan ditakut-takuti,” ujarnya.

Tak cuma itu, dia juga mengajak seluruh kepala daerah lain untuk mengikuti langkahnya. “Saya mengajak seluruh kepala daerah di kabupaten/kota untuk tidak mengurusi ini. Keppres itu ternyata tidak berlaku,” ujarnya kesal.

Baca Juga:  Hari ke-6 PPKM, 13 Kelurahan Masuk Zona Merah

AGM Tak menyangka kebijakan yang dia ambil dipermasalahkan negara. Padahal menurutnya ia sudah bekerja sepenuh hati untuk memulihkan situasi. Baginya itu sesuai dengan amanat Keppres. Maka itu, ia menyayangkan sikap penegak hukum yang baru menyoal belakangan.

“Kita dijadikan masalah, dan dituntut untuk menyesuaikan harga yang tidak sesuai dengan keadaan awal pandemi. Padahal sudah ada korban jiwa di PPU. Untung saja yang memeriksa tidak meninggal,” sindir AGM.

Bahkan AGM tak sungkan meminta awak media massa menyebarkan penyataan ini kepada khalayak. Ia juga meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di wilayahnya.

“Saya tidak mau ngurusin. Langsung saja pemerintah pusat yang urusin,” kata dia. (hul/pro) 

Tags: Bupati PPUcovid 19Undur diri
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resmi, Bontang Buka 381 Formasi CPNS dan PPPK

Next Post

Potret Apriyanto, Model Asal Bontang yang Jadi Bintang Video Klip Raisa

Related Posts

Bupati Penajam Paser Utara Diperiksa KPK Soal Tambang Batu Bara
Kriminal

Bupati Penajam Paser Utara Diperiksa KPK Soal Tambang Batu Bara

19 Juni 2025, 14:03
Deteksi Varian Covid-19 Baru, Diskes Bontang Kirim Lima Sampel ke Samarinda
Kaltim

Tak Perlu Cemas, Begini Penjelasan Diskes Kaltim Terkait Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUD AW Sjahranie

9 Juni 2025, 17:59
Dua Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD AWS Samarinda
Kaltim

Dua Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD AWS Samarinda

9 Juni 2025, 15:03
Temuan Auditor BPKP dari Penyertaan Modal Dua Perusda di PPU, Kerugian Tembus Rp14,4 Miliar
Kaltim

Temuan Auditor BPKP dari Penyertaan Modal Dua Perusda di PPU, Kerugian Tembus Rp14,4 Miliar

22 Januari 2024, 09:00
Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 jika Alami Batuk dan Flu
Kaltim

Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi, Termasuk Kaltim

15 Desember 2023, 10:30
Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Minta Pemda Waspada
Nasional

Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Minta Pemda Waspada

14 Desember 2023, 16:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.