BONTANGPOST.ID, Samarinda – Infrastruktur jalan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi tantangan serius yang perlu ditangani. Akses penghubung antar dua kabupaten itu kerap jadi keluhan masyarakat karena buruknya kualitas jalanan.
Gelontoran APBD Kaltim pun dipastikan turun untuk memperhalus wajah jalan penghubung itu. Tentunya, kata Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, kocek daerah menyasar pada jalan milik provinsi.
“Ada Rp180 miliar yang diplot di APBD 2025. Untuk sarana dan prasarana, khususnya jalan di Kubar dan Mahulu,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Akses yang hanya berupa tanah dan menjadi lumpur selepas hujan dipastikan akan diperbaiki dengan wujud semenisasi atau pengerasan kaku agar lebih kuat dan tahan lama. “Kalau aspal, pasti cepat rusak. Biar lebih awet di rigid, dikeraskan, disemenisasi,” sambungnya.
Hal ini tentu jadi opsi terbaik, mempertimbangkan cuaca hingga beban kendaraan berat yang kerap menggunakan akses tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi pelaksana nantinya. Sejumlah ruas jalan yang berstatus milik provinsi akan tersentuh perbaikan dengan anggaran yang sudah dialokasikan itu. Lokasinya, lanjut Akmal, tersebar. Ada yang di Kutai Barat, ada pula yang di Mahulu.
Gerak cepat mengalokasikan peningkatan kualitas infrastruktur jalan ini ditempuh Pemprov Kaltim selepas melihat langsung kondisi jalan antar kabupaten sepanjang 13-16 Januari 2025. (*)







