BONTANGPOST.ID, IKN – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (12/12/2024).
Sebuah bus yang membawa rombongan siswa salah satu SMA di Samarinda bertabrakan dengan truk tronton pengangkut alat berat.
Dari video yang beredar, tampak bagian depan bus mengalami kerusakan parah akibat benturan keras.
Suara seorang perempuan dalam video tersebut juga mengabarkan bahwa penumpang yang menjadi korban telah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama mengingat lokasi kecelakaan berada di kawasan strategis Ibu Kota Nusantara yang masih dalam proses pengembangan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PPU, AKP Rhondy Hermawan menjelaskan, bahwa dari laporan awal, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Hanya luka ringan, sekitar lima orang. Tidak ada korban jiwa,” ujar Rhondy saat dihubungi pada pukul 14.27 Wita, Kamis (12/12).
Meski demikian, jumlah pasti siswa yang menjadi korban kecelakaan masih dalam pendataan.
Kepala SMK 17 Samarinda, Sukiman membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis (12/12) siang.
Dia menjelaskan, kecelakaan terjadi saat rombongan sekolah yang terdiri dari 348 siswa dan 42 guru pendamping sedang dalam perjalanan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melaksanakan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Demokrasi.
“Rombongan dibagi menjadi sembilan bus. Bus yang mengalami kecelakaan adalah bus nomor 5,” jelas Sukiman.
Menurut Sukiman, kecelakaan bermula ketika rombongan melintas di Jalan Semoi 2, Kecamatan Sepaku. Sebuah truk diparkir sembarangan di sisi kanan jalan, yang seharusnya digunakan untuk jalur lalu lintas normal.
“Karena truk itu parkir di sisi kanan jalan, lalu lintas menjadi terganggu, sehingga truk bermuatan alat berat itu mengambil jalur bus kami,” ungkapnya.
Di saat bersamaan, sebuah truk besar bermuatan alat berat melintas dari arah berlawanan. Truk tersebut mencoba menghindari truk yang terparkir di kanan jalan dengan sedikit mengambil jalur bus. Untuk menghindari tabrakan frontal, sopir bus terpaksa membanting setir, sehingga bus menabrak alat berat yang dibawa oleh truk tersebut.
“Jika truk itu parkir di tempat yang semestinya, di sisi kiri jalan (jika dilihat dari arah bus SMK 17), kecelakaan ini tidak akan terjadi,” tegas Sukiman.
Beruntung, kecelakaan ini tidak menelan korban jiwa. Sebagian siswa yang terluka ringan telah mendapatkan penanganan medis, dan ada yang memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, sementara sebagian lainnya memilih pulang ke Samarinda. (*)
Catatan Redaksi: Berita ini telah disunting dengan menambahkan kondisi terkini.







