BONTANGPOST.ID – Kerugian materiil akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang mulai diestimasi pemerintah daerah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebutkan bahwa kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan sangat luas, selain adanya kerugian nonmateriil seperti korban jiwa.
“Cukup banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini. Bukan hanya infrastruktur, tetapi juga korban jiwa dan lainnya,” ungkap Fadly di Padang, Minggu (30/11/2025).
Kerusakan terbesar terjadi pada Jembatan Gunung Nago, akses penting yang menghubungkan Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 45 miliar. Kerusakan signifikan juga terjadi pada Jembatan Kalawi Limau Manis, dengan estimasi perbaikan sekitar Rp 35 miliar.
Total Kerusakan Jembatan dan Fasilitas Umum
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa total ada enam jembatan yang terdampak. Empat di antaranya putus total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan parah. Total kerugian akibat kerusakan enam jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 127 miliar.
Selain jembatan, kerusakan fasilitas umum lainnya juga cukup luas. Sejumlah bendungan dan intake rusak berat, serta beberapa ruas jalan dan tebing mengalami longsor akibat intensitas hujan tinggi. “Jalan di Batu Busuk bahkan putus total,” tegas Hendri.
Sarana pelayanan publik seperti PDAM turut terdampak. Sepuluh intake rusak parah, termasuk putusnya pipa distribusi utama dan terendamnya pompa air baku.
Hingga kini, pemerintah dan BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian secara keseluruhan akibat bencana hidrometeorologi di Kota Padang. (KP)







