bontangpost.id – Permasalahan keterbatasan ruang kelas baru (RKB) di SMP 1 bakal terurai di tahun ini. Setelah Pemkot Bontang menganggarkan penambahan RKB senilai Rp 8 miliar. Melalui APBD Bontang 2023. Mengacu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) proses lelang akan dimulai Maret mendatang.
Kepala SMP 1 Riyanto membenarkan adanya rencana ini. Nantinya ada penambahan 12 RKB. Lokasi pembangunannya di bagian belakang sisi kanan sekolah. Terlebih dahulu tiga RKB yang ada akan dibongkar. Termasuk sarana toilet dan koperasi yang menjadi satu kesatuan RKB lama.
“Nantinya satu bangunan itu terdiri tiga lantai. Tiap lantai ada empat ruang kelas. per lantainya juga ada toiletnya,” kata Riyanto.
Ukuran bangunan baru sesuai desain ialah 7×9 meter. Peruntukkannya belum bisa dipastikan untuk rombel mana saja. Imbas dari rencana pembangunan sekolah akan melaksanakan skema daring-luring.
“Khusus kelas IX nanti luring. Tetapi kelas VIII dan VII itu gantian daring-luring. Sebab ruang kelas masih kurang,” ucapnya.
Saat ini baru tersedia 18 ruang kelas. Dari kebutuhan ruang kelas sesuai rombel yang ada yaitu 24. Pengaturan rencananya tiap jenjang. KBM juga memakai laboratorium IPA, ruang multimedia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Sehingga skemanya jika ada kelas yang menggunakan laboratorium tersebut maka harus ditukar lokasi KBM-nya.
Baca juga; Pembangunan Ruang Kelas Baru SMP Negeri 1 Bontang Minta Dianggarkan APBD Tahun Depan
“Jadi gantian kalau ada yang pakai. Masalahnya aula itu tidak layak untuk dijadikan tembat belajar. Karena siswa harus duduk melantai,” sebutnya.
Pihak sekolah pun telah berupaya meminta untuk pengadaan meja dan kursi. Namun hingga kini belum terealisasi. Mengenai pelajar yang memakai beberapa ruangan tersebut sifatnya dijadwal bergilir. Sebulan sekali perputaran itu dilakukan.
“Semua merasakan karena ini sifatnya diputar. Laboratorium IPA dipakai kelas 8 dan ruang multimedia kelas 9,” tutur dia.
Tak hanya itu konon SMP 1 juga dibantu pengadaan meja dan kursi belajar untuk siswa dan guru. Nominal yang diplot di APBD senilai Rp 1,2 miliar.
“Kami justru baru tau kalau ada pengadaan itu untuk sekolah kami,” tutur dia. (ak)







