BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami pelajar Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) atau Vidatra Bontang belum sepenuhnya berakhir. Hingga Selasa (11/8) malam, delapan pelajar masih menjalani perawatan di RS LNG Badak.
Direktur Utama RS LNG Badak, dr Nurul Fathoni, mengatakan sebelumnya terdapat 13 pelajar yang menjalani observasi dan perawatan. Lima di antaranya telah diperbolehkan pulang, sedangkan delapan lainnya masih membutuhkan penanganan medis.
“Sampai saat ini yang sudah pulang lima orang. Sisanya masih ada keluhan, semoga besok sudah bisa pulang,” kata Nurul Fathoni, Selasa (11/8).
Pelajar yang masih dirawat terus dipantau oleh tim medis dan mendapatkan terapi sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sejumlah keluhan masih dirasakan pasien, terutama yang berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Keluhan tersebut di antaranya mual, muntah, sakit perut, pusing hingga sakit kepala.
Dalam perkembangan terakhir, sebagian pasien juga mulai mengalami diare.
“Keluhannya kebanyakan mual, muntah, sakit perut, pusing, sakit kepala dan belakangan diare,” ucapnya.
Dari total 13 pelajar yang menjalani perawatan, lima di antaranya merupakan anak karyawan perusahaan. Sementara delapan lainnya berasal dari pihak nonkaryawan.
Perbedaan status tersebut turut memengaruhi skema pembiayaan layanan kesehatan. Untuk pasien dari pihak nonkaryawan, biaya perawatan ditanggung melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Anak karyawan lima orang. Dari pihak nonkaryawan delapan orang. Yang nonkaryawan pembayarannya ke BPJS Kesehatan,” tutur Nurul.
Untuk penanganan medis, rumah sakit masih menerapkan terapi sesuai kondisi pasien. Pelajar yang masih dirawat mendapatkan cairan infus dengan dosis pemeliharaan atau maintenance.
Selain itu, obat diberikan melalui suntikan berdasarkan rencana terapi yang ditetapkan dokter.
“Masih sama, infus dengan dosis maintenance dan untuk masukan obat suntik sesuai rencana terapi,” pungkasnya. (ak)







