• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Di Balik Kisah Perampokan Toko: Perlu Uang untuk Pulang Kampung

by M Zulfikar Akbar
27 Maret 2019, 17:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
HABIS AKAL: Eko Satriawan harus tertatih-tatih ketika menghadiri pengungkapan kasusnya ke hadapan awak media, kemarin.M RIDHUAN/KALTIM POST

HABIS AKAL: Eko Satriawan harus tertatih-tatih ketika menghadiri pengungkapan kasusnya ke hadapan awak media, kemarin.M RIDHUAN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN-Membawa ransel hitam dan sebilah parang di dalamnya, Eko Satriawan (25) berkeliling Balikpapan mengendarai sepeda motor. Saat itu, Jumat (22/3) siang. Umumnya warga muslim melaksanakan salat Jumat. Tetapi tidak dengan Eko. Dia malah menyusun siasat jahat.

“Dari rumah sudah berniat,” kata warga Perum Bangun Reksa RT 18, Balikpapan Utara itu saat menceritakan kejahatannya, di Mapolda Kaltim, kemarin (26/3). Sampai di Jalan Agung Tunggal, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, pria yang sehari-hari menjadi buruh bangunan itu melihat Toko Aleffa. Kondisinya lengang. Hanya ada satu penjaga. Perempuan paruh baya. Dia menemukan sasarannya.

“Saya masuk. Pura-pura belanja. Kebetulan kondisinya sepi, jadi langsung saya eksekusi,” kata Eko sambil menunduk. Setelah mengumpulkan sejumlah barang dalam toko, Eko menuju kasir. Saat itu dijaga Sri Rahayu Ningsih (42). Sri yang tak tahu niat jahat konsumennya, kaget begitu Eko mengeluarkan parang sepanjang 30 sentimeter.

Baca Juga:  Diduga Mabuk, Pengendara Motor Diseruduk, Pengemudi Lompat ke Jurang

“Saya bekap dan minta serahkan uang. Tapi korban berontak dan teriak,” sebut Eko. Eko seketika kalang kabut. Dia menusuk perut Sri. Warga sekitar yang mendengar teriakan datang ke sumber suara. Eko yang yang tak ingin jadi amukan massa, kabur. Tak peduli parang yang terjatuh. Tak sadar usahanya sia-sia, karena tak ada rupiah atau barang berharga yang didapatkan. “Yang penting saya bisa lolos,” ucapnya.

Ditanya motifnya, Eko menyebut sedang rindu berat kepada istri dan anak di kampung halaman, Malang, Jawa Timur. Terakhir bersua lima bulan lalu. Tapi alasan bukan bentuk pembenaran. Polisi yang menangkap pun terpaksa menembak. Melubangi betis kiri pria bertato itu.

Baca Juga:  Kampanye di Balikpapan, Jokowi Janjikan Tol Lanjut ke Bontang

“Tersangka berusaha melawan dan melarikan diri dari petugas dari tim Jatanras Polda Kaltim yang menangkapnya di kawasan Balikpapan Barat, pukul 13.45 Wita, Senin (25/3),” terang Wakil Direktur Reskrimum Polda Kaltim, AKBP Sumaryono.

Penyidik hingga kemarin masih memeriksa dan mendalami kasus itu. Tak menutup kemungkinan ada kejahatan lain yang sudah diperbuatnya. Namun untuk sementara agar tersangka jera, pasal berlapis digunakan untuk memastikan hukuman.

“Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, lalu Pasal 351 Ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dan undang-undang darurat senjata tajam. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” sebut Sumaryono.

Hingga kemarin, kondisi Sri masih terbaring di rumah sakit. Warga Jalan DI Pandjaitan, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah itu masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Belum bisa diajak bicara. Informasi kondisi Sri diperoleh dari sang suami, Suardi.

Baca Juga:  Komplotan Perampok Spesialis Rumah Mewah Diringkus Polda Kaltim

“Sudah sadar tapi belum bisa diajak untuk berbicara. Malam setelah kejadian dioperasi. Masih proses pemulihan,” kata Suardi.

Suardi menyebut informasi dari dokter, istrinya menderita luka tusukan sedalam 10 sentimeter dan berlebar 7 sentimeter. Tusukan mengakibatkan ibu dari empat orang anak itu mengalami fraktur di salah satu tulang rusuknya. “Tapi semua sudah semua ditangani saat operasi,” katanya. (rdh/ndy/k15/kpg)

Tags: balikpapanperampokan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

1,5 Jam Berkobar, Hanguskan 15 Rumah

Next Post

USBN SMP, MKKS Wajib Jaga Kerahasiaan Soal

Related Posts

Perampokan di Sangatta Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Suami Diikat dan Dipaksa Menyaksikan Aksi Pelaku
Kriminal

Perampokan di Sangatta Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Suami Diikat dan Dipaksa Menyaksikan Aksi Pelaku

19 Juli 2026, 21:26
Heboh Begal di Bukit Kusnodo, Guru SD Kutim Ternyata Dikeroyok 3 Orang
Kriminal

Heboh Begal di Bukit Kusnodo, Guru SD Kutim Ternyata Dikeroyok 3 Orang

9 April 2026, 23:05
Guru SD Kutim Dibegal di Bukit Kusnodo Bontang, Diduga Diserang Lebih dari Tiga Orang
Kriminal

Guru SD Kutim Dibegal di Bukit Kusnodo Bontang, Diduga Diserang Lebih dari Tiga Orang

7 April 2026, 11:07
Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok
Kriminal

Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok

13 Desember 2025, 19:02
Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta
Kriminal

Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta

13 Desember 2025, 17:11
Polisi Gulung Komplotan Perampok BRILink Kutim, Kasus Lama di Kaubun Masih Gelap
Kriminal

Polisi Gulung Komplotan Perampok BRILink Kutim, Kasus Lama di Kaubun Masih Gelap

2 Oktober 2025, 14:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.