bontangpost.id – Trotoar di Jalan Ahmad Yani baru saja rampung pengerjaannya pada awal tahun. Tetapi sejumlah penutup boks kontrol parit mengalami kerusakan. Bahkan ada yang saat kondisinya tidak tertutup. Tepatnya di samping Dealer Astra Motor.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Anwar Nurdin mengatakan faktor penyebab rusaknya infrastruktur itu karena ada kendaraan roda empat yang parkir di atasnya. “Sebenarnya kalau lewat saja tidak ada masalah. Tetapi ini dalam jangka waktu lama beban itu berada di atas akibatnya jebol,” kata Anwar.
Penutup boks kontrol utilitas bawah tanah ini sebelumnya tidak ada pengetesan beban. Karena hanya bersifat penutup. Dinas PUPRK meminta kesadaran masyarakat untuk tidak parkir di atas trotoar. Sebab jika jebol kondisinya membahayakan.
“Orang bisa jatuh ke dalam parit,” ucapnya.
Dinas PUPRK mencatat ada enam titik yang jebol. Ia menjelaskan ada beberapa titik yang bertanggungjawab atas kerusakan itu. Tetapi spek berbeda dengan yang terpasang lainnya. “Gantinya ada yang beda desain. Ada yang tutup kayu saja,” tutur dia.
Selain itu, ia meminta kepada aparat peneggak peraturan untuk turun lapangan. Jangan sampai terjadi kerusakan di seluruh titik. Diketahui fungsi trotoar diperuntukan bagi pejalan kaki. Termasuk penyediaan sarana bagi kaum disabilitas. Tertuang dalam pasal 45 ayat 1 Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Regulasi itu diturunkan dalam Perwali 20/2019. Pada pasal 24 setiap orang dilarang parkir di tempat yang tidak diperuntukkan untuk parkir. Bagi yang melanggar dapat dikenakan tindakan berupa pengurangan roda angin kendaraan, pencabutan pentil ban kendaraan, dan pemindahan kendaraan.
Terkait tiang bolar nantinya akan masuk dalam anggaran perbaikan trotoar Ahmad Yani pada tahun ini. Tetapi fasilitas ini tidak bisa menjaga seluruh penutup boks utilitas bawah tanah. Pasalnya ada ketentuan jarak pemasangan tiang bolar.
Diketahui, pengerjaan ini dikucur anggaran sebesar Rp17 miliar dari APBD Bontang. Dikerjakan oleh PT Pubagot Jaya Abadi. Perusahaan ini berasal dari Jakarta Timur. Lebar parit sebelumnya sekira 80 sentimeter dengan ketinggian tidak sampai satu meter.
Setelah perbaikan, infrastruktur ini menjadi lebar 2 meter dan ketinggian 1,5 meter. Dengan konsep itu maka volume air yang dapat ditampung mencapai 2.000 kubik. Hitungan ini masih untuk pengerjaan satu sisi trotoar. (ak)

