• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dilarang Bawa Kendaraan, Siswa Pilih Menumpang

by BontangPost
21 Oktober 2018, 15:00
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Larangan membawa kendaraan sendiri membuat pelajar SMP di Kecamatan Sangatta Selatan dan Teluk Pandan dikeluhkan. Mereka mengaku kesulitan untuk berangkat sekolah.

Pihak sekolah melarang dengan alasan belum cukup umur dan tidak memiliki SIM. Terpenting, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Para pelajar meminta sekolah memberikan solusi terkait pelarangan itu. Seperti kendaraan massal. Akibat tidak ada angkutan, mereka terpaksa menumpang kendaraan yang melintas.

“Saya ikut bersedih melihat anak-anak sekolah  menghentikan kendaraan yang lewat. Mereka minta tumpangan pulang. Karena saya kasihan, makanya saya bawa naik mobil,” ujar Brotus, salah satu warga saat melintasi Teluk Pandan.

Masalah lainnya, dia takut pelajar tersebut tertabrak karena terus berada di bibir jalan. Ditambah pula khawatir bertemu orang yang berniat jahat.

Baca Juga:  Wahau Jadi Sasaran Peredaran Narkoba

“Mereka dari Desa Teluk Kaba dan Kandolo. Sejak 15 Oktober dilarang bawa motor ke sekolah. Dia menunggu angkutan sampai magrib. Menunggu orangtua jemput,” terangnya.

Hal ini juga terjadi di Sangatta Utara. Khususnya mereka yang sekolah di Jalan AW Syahranie.  Kebanyakan anak SD dan SMP. Mereka pun mengemis tumpangan. Tak ada kendaraan massal.

“Saya setiap hari seperti ini. Kalau berangkat diantar, kalau pulang ikut sama orang. Kalau tidak ada yang kasih tumpangan, saya jalan kaki,” kata Iwan.

Beberapa warga mendukung kebijakan sekolah agar melarang siswa membawa kendaraan sendiri. Dengan catatan, disediakan kendaraan massal. “Jangan asal larang saja,” kata Eki.

Sementara, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menyebut tidak ada salahnya pelarangan tersebut.  Yang menjadi masalah, katanya, jika aturan diterapkan tanpa solusi. “Harus disiapkan bus sekolah dan gratis,” pintanya.

Baca Juga:  Pasar Rantau Pulung Siap Dibangun

Sejatinya, pernah ada bus gratis di Kecamatan Teluk Pandan dan Sangatta Utara. Namun, kini sudah tidak terlihat lagi. (dy)

Tags: Bus SekolahSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kisah Farida Sitania Dampingi Petani Buah Naga dan Nanas

Next Post

PAW Tiga Lesilator Direncanakan Pekan Depan

Related Posts

15 Ribu Peserta BPJS Bontang Dinonaktifkan, Pemkot Cari Bantuan Perusahaan
Bontang

Pelajar Bontang Bakal Punya Bus Antar-Jemput, Neni Usulkan 16 Armada ke Kemenhub

17 September 2026, 15:20
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.