• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Diserbu Diduga Tambang Ilegal, Masyarakat Adat Tak Punya Pilihan

by Redaksi Bontang Post
29 Agustus 2022, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Aktivitas pengerukan batu bara hanya berjarak sekira 10 meter dari rumah warga.

Aktivitas pengerukan batu bara hanya berjarak sekira 10 meter dari rumah warga.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Praktik tambang ilegal di wilayah Muang Dalam turut dibenarkan Kepala Adat Pampang Esrom Palan. Kepada awak Kaltim Post (induk bontangpost.id) yang berkunjung ke kediamannya, dia mengaku tak bisa berbuat banyak.

Pernah dua tahun lalu mereka sepakat menolak. Karena hauling yang melalui jalan Pampang. Namun akhirnya luntur dan justru menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Kami tahu koridoran (tambang ilegal) tidak boleh. Tapi orang yang ke luar (dari tambang) bukan orang biasa, tapi petinggi-petinggi itu. Mereka kami anggap tahu hukum tapi melakukan itu,” jelasnya.

Disinggung apakah petinggi itu adalah polisi, pria berkulit putih itu lantas tertawa. Ketika disampaikan adanya isu konsorsium tambang hingga membuat Medan dan Kaltim sedang menjadi perhatian nasional, Esrom berharap, tambang ilegal bisa segera mereda bahkan hilang dari Samarinda.

“Kami sebagai masyarakat ini enggak boleh (menambang) tapi kok mereka boleh itu di mana-mana,” imbuhnya.

Sejauh ini posisi masyarakat adat diklaim hanya bisa ikut arus. Terlebih penambang ilegal juga turut memberikan perhatian bulanan kepada masyarakat di sekitarnya. “Mereka lewat di sini (Pampang) ketika malam. Kami larang pun di luar tidak melarang jadi sulit, bahkan mereka bisa lewat kota,” tuturnya.

Soal merusak lingkungan, Esrom menyebut mereka sudah lelah untuk berteriak. Bahkan sempat melakukan demonstrasi, karena keberatan adanya aktifitas tambang. Tapi akhirnya tidak memberikan dampak apapun.

“Dulu sama-sama sepakat dilarang lewat. Tapi perusahaan pandai melobi masyarakat (secara personal). Bahkan hingga membuat konflik,” sesalnya.

Dia melihat di sisi lain ada yang perlu fulus untuk keperluan biaya anak. Karena itu ada yang menutup dan ada yang justru membuka. Tidak kompaknya suara di tengah masyarakat membuat kepala adat mengambil jalan terbaik. Hingga akhirnya terpaksa membiarkan lingkungan dirusak secara membabi buta oleh oknum tambang.

“Sempat ada pikiran kasian anak cucu nantinya. Tapi masalah lingkungan ini kami tidak bisa juga. Kecuali orang yang berwenang,” tuturnya. (Asep Saifi)

 

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembuangan Limbah B3 di Tanjung Laut Indah Diduga Belum Kantongi Izin

Next Post

BMKG Peringatkan 23 Provinsi Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.