bontangpost.id – Sejumlah opsi ditempuh Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang untuk menekan kecelakaan di Bundaran Sintuk.
Opsi pertama ialah membongkar Bundaran Sintuk. Menjadikannya jalan lurus. Maka akan dipasang lampu lalu lintas di masing-masing sisi.
Opsi kedua ialah memperlebar diameter Bundaran Sintuk. Kata Kamilan, bila diameter bundaran makin lebar, praktis pengendara mesti memperlambat laju kendaraan. Karena pengendara tentu tak bisa melaju dalam kecepatan tinggi di bundaran yang lebar, kata Kamilan. Bila itu dilakukan, maka sisi jalan nantinya ikut diperlebar. Seiring peningkatan dimensi bundaran.
“Juga dilengkapi dengan rambu-rambu biar pengendara semakin memperhatikan,” ujarnya.
Kata Kamilan, belum ada yang final dari kedua opsi yang tersebut. Tapi dari keduanya, melakukan pelebaran dimensi bundaran adalah yang paling mungkin diambil. Tapi masih lama realisasinya. Yang jelas, soal Bundaran Sintuk memang sudah masuk dalam rencana kerja Dishub.
Kamilan sendiri tak bisa membeberkan detail lebar Bundaran Sintuk. Lantaran bundaran itu sejatinya dibangun perusahaan. Tapi pun ketika pelebaran akan dilakukan, idealnya lebar Bundaran Sintuk akan mengikuti lebar bundaran di Guntung. Yang berada tepat di kantor utama Pupuk Kaltim.
Adapun untuk opsi jangka pendek, sementara akan dipasang berbagai rambu lalu lintas. Jumlahnya mencapi 30 unit.
Beberapa yang bakal dipasang di antaranya lampu peringatan. Rambu untuk meminta pengendara pelan-pelan ketika melintasi bundaran. Rambu meminta pengendara melaju dengan kecepatan sekitar 20 km per jam. Dan pita penggaduh. Kata Kamilan, pengerjaan diproyeksi rampung paling lama akhir Oktober 2020. (*)

