• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dituding Melakukan Pemalsuan Berkas ,Komisioner KPU Kutim Dipolisikan

by BontangPost
13 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DISOAL: Harajatang (baju batik duduk membelakangi kamera) saat mengikuti rapat partai bersama DPC Demokrat Kutim.
(ist)

DISOAL: Harajatang (baju batik duduk membelakangi kamera) saat mengikuti rapat partai bersama DPC Demokrat Kutim. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Sebanyak dua orang anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kutim dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Kutim, lantaran diduga telah melakukan pemalsuan berkas dan bekerja di instansi lainnya di KPUD Kutim.

Mereka yang dilaporkan yakni, Harajatang dengan tudingan pemalsuan berkas. Pasalnya, Harajatang diduga masih aktif sebagai anggota partai politik. Komisioner lainnya adalah Ulfa Jamilatul Faridah yang diduga masih aktif sebagai dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim.

Seperti diketahui, STAIS adalah lembaga pendidikan plat merah. Dengan demikian, seluruh anggaran operasional STAIS dibebankan di APBD Kutim. Sementara komisioner KPUD Kutim juga mendapatkan gaji dari Pemerintah Kutim, artinya Ulfa menerima doubel anggaran.

Keduanya dilaporkan oleh Ahmad Ajmi (43) di Satreskrim Polres Kutim, Rabu (11/1) lalu. Dalam laporannya, Ajmi menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak penyidik, antara lain surat keputusan Muscab II partai Demokrat dan surat mandat kegiatan yang di dalamnya berisikan nama Harajatang unsur DPC Demokrat Kutim.

Baca Juga:  Setelah Dapat Ijin, Baru Tarik Biaya Parkir

Terdapat juga barang bukti berupa foto-foto yang menunjukan adanya keterlibatan Harajatang dalam rapat kepartaian DPC Demokrat Kutim. Adapun untuk Komisoner KPUD Kutim Ulfa Jamilatul Faridah, Ajmi menyerahkan data prihal keaktifan Ulfa sebagai dosen dan ketua jurusan Syariah STAIS.

Selain itu, terdapat juga surat KPU pusat nomor: 315/KPU/V1/2016, prihal bekerja penuh waktu bagi ketua dan anggota KPU, KPU Provinsi dan KPU Kota dan Kabupaten. Dalam aturan itu disebutkan, bahwa ketua dan anggota KPU tidak bekerja pada instansi atau lembaga lain diluar KPU, baik instansi atau lembaga pemerintah, BUMN, BUMD dan instansi, atau lembaga swasta lainnya.

“Kedatangan kami ke Polres Kutim untuk memberikan pelaporan, bahwa ada anggota komisioner KPUD Kutim yang masuk dalam kepengurusan partai  (Harajatang), dan ada yang bekerja di instansi lain diluar KPUD (Ulfa),” ungkap Ajmi yang juga mantan calon anggota komisioner KPUD Kutim, Rabu lalu.

Baca Juga:  Jelang Pilgub, KPUD Kebut Pemutakhiran Data

Menurutnya, keduannya dianggap menyalahi aturan sebagaimana diatur UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Sementara kenyataannya, Harajatang masih aktif sebagai anggota partai dan Ulfa aktif sebagai dosen STAIS yang merupakan lembaga milik pemerintah.

“Cuman, dalam laporan ini, pihak kepolisian meminta kami untuk melengkapi dulu barang bukti yang ada, khususnya untuk ibu Ulfa. Katanya, untuk ibu Ulfa perlu ada bukti bahwa bersangkutan memang masih aktif sebagai dosen, setelah itu baru akan ditindaklanjuti,” katanya.

Kendati demikian, dirinya berharap pengaduan yang telah disampaikan dapat ditindaklajuti. Sebab meskipun belum memiliki barang bukti yang utuh sebagaimana dibutuhkan kepolisian, namun dari bukti-bukti awal yang sudah disampaikan pihaknya, setidaknya sudah bisa dijadikan dasar untuk memproses laporannya.

Baca Juga:  Bahas Perbaikan Jalan Busang-Long Mesangat, Camat dan Perusahaan Akan Dipanggil 

“Tentu kita berharap, ada penegakan hukum yang bisa diambil kepolisian. Karena dari fakta-fakta yang sudah kami sampaikan, saya kira sudah cukup jelas mereka (Harajatang dan Ulfa) menyalahi aturan jika memang kepolisian ingin menindaklanjutinya ke proses hukum selanjutnya,” tuturnya.

Sementara itu, baik Harajatang dan Ulfa, hingga dengan berita ini diterbitkan belum dapat dimintai keterangan. Dari beberapa nomor telpon keduannya yang dimiliki media ini, tidak ada yang dapat aktif. Sementara dari pihak kepolisian, belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. (drh)

Tags: kpukutimpenipuan
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Camat Beri Apresiasi, Siap Fasilitasi

Next Post

Tak Punya Dasar Hukum, Pungutan Parkir PIS Dihentikan 

Related Posts

Modus QRIS Palsu di Bontang Terbongkar, Stok Rokok Ludes tapi Uang Tak Masuk
Kriminal

Modus QRIS Palsu di Bontang Terbongkar, Stok Rokok Ludes tapi Uang Tak Masuk

7 Oktober 2026, 09:50
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Polres Bontang Pastikan Kasus Dugaan Investasi Proyek yang Menyeret Istri Polisi Tetap Diproses
Kriminal

Polres Bontang Pastikan Kasus Dugaan Investasi Proyek yang Menyeret Istri Polisi Tetap Diproses

2 Agustus 2026, 17:24
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
Kaltim

Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

24 Juni 2026, 18:28

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.