• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dokter Spesialis Bergantung Tipe RS 

by BontangPost
24 Oktober 2017, 11:57
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
dr Suhardi – Ketua IDI Bontang(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

dr Suhardi – Ketua IDI Bontang(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebutuhan dokter spesialis tergantung dari kategori rumah sakit yang terdapat di sebuah daerah. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang dr Suhardi menilai jumlah dokter spesialis untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada sudahlah tercukupi.

Rumah sakit yang bertipe B ini memiliki tiga dokter spesialis dasar yakni penyakit dalam, kandungan, anak, dan bedah. Di luar spesialisasi dasar itu minimal terdapat satu orang dokter spesialis.

“Kami di sini masuk tipe yang tertinggi di Bontang, dokter spesialisnya cukup,” kata dr Suhardi.

Kendati demikian, tak dapat dipungkiri dalam konteks peningkatan pelayanan dibutuhkan beberapa dokter tambahan. Hal ini seiring dengan akan dikirimnya beberapa dokter untuk melanjutkan pendidikan dengan mengambil sub-spesialis.

“Misalkan pelayanan di jantung berupa pelayanan katerisasi, itu harus membutuhkan dokter jantungnya satu. Selama ini belum ada, 2019 kita berencana menyekolahkan salah satunya dokter penyakit dalam,” tambahnya.

Tahun depan, RSUD Taman Husada akan membuka formasi diantaranya dokter ortopedi, bedah saraf, penyakit dalam sub-spesialis endocrinologi, patologi anatomi, dan jantung. Tiap formasi hanya dibutuhkan satu dokter.

Baca Juga:  Lahan Beres, Kilang CPO Dibangun Tahun Depan

Rumah sakit PKT tiap spesialis dasar diwajibkan minimal memiliki satu orang dokter. Lain halnya dengan tipe rumah sakit D seperti Rumah Sakit Islam Bontang (YABIS) mempunyai dokter spesialis anak dan penyakit dalam, sedangkan RS Amalia terdapat dokter spesialis obgyn (kandungan), penyakit dalam, anestesi dan bedah, numun untuk beberapa pelayanan spesialis yang lain membutuhkan dukungan dari RSUD Taman Husada.

“Kalau di RS LNG Badak itu kerja sama dengan universitas,” paparnya.

Untuk kategori dokter umum, pria yang berprofesi sebagai dokter spesialis jantung di RSUD Taman Husada ini menuturkan berjumlah cukup. Total terdapat 170 dokter umum yang berada di kota Bontang.

Berkaitan dengan wilayah kerja dokter di daerah diakuinya memang menjadi tanggung-jawab dari fasilitas kesehatan pertama dalam hal ini Puskesmas dan klinik. Tetapi pihak IDI senantiasa membantu program pemerintah apabila diperlukan tenaga dokter spesialis sehubungan dengan program edukasi terhadap masyarakat.

“IDI selaku lembaga profesi memfasilitasi jikalau membutuhkan peran dokter spesialis ke daerah, ya kita lakukan. Salah satunya tahun lalu melakukan baksos di hari dokter, kami atas bantuan Pemkot Bontang dan PT Badak NGL membangunkan toilet di Pagung karena berdasarkan laporan Puskesmas di sana orang terkena sakit cacing sangat tinggi,” paparnya.

Baca Juga:  Yayasan Yabis Peduli Korban Kebakaran

Ia membantah jika dokter enggan menuju daerah pesisir dikarenakan penghasilan rendah mengingat penghasilan dokter sangatlah cukup. Pendapatan tertinggi dipegang oleh dokter yang berhubungan langsung dengan meja operasi, hal ini disebabkan tingkat risiko yang diemban sangat tinggi. Saat dikonfirmasi berapa kisaran nominal yang didapatkan, ia enggan menjawab pasalnya terjadi perbedaan di setiap formasi.

Dikatakannya, hambatan yang dialami oleh dokter pada saat ini yakni ketersediaan alat kesehatan. Namun demikian hal tersebut teratasi dengan upaya penambahan dari beberapa rumah sakit walaupun pelaksanaanya dilakukan secara bertahap.

Selain itu, ia menilai beberapa masyarakat dinilai merasa acuh serta kurang mendapat informasi terkait jaminan kesehatan. Padahal program ini sangatlah membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Biasanya mereka kalau sudah terdesak baru mengurus, ini yang kurang tepat,” ujarnya.

Tepat Selasa  (24/10) hari ini, diperingati Hari Dokter Nasional, momentum ini juga dibarengi dengan lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia berharap kepada rekan dokter untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan cara memberikan pelayanan terbaik. Di samping itu, para dokter juga setidaknya mengasah diri terhadap ilmu hukum walaupun sampai saat kepemimpinannya kasus malpraktik tidak ditemukan.

Baca Juga:  Wali Kota Resmikan Klinik Sejati

Kepada masyarakat, ia berpesan agar memandang dokter sebagai insan manusia. Dokter juga memiliki kekurangan baik itu berupa rasa bosan, emosi yang mudah terpancing, mengalami rasa capek, dan lain sebagainya.

Dengan keberadaan rumah sakit di bontang ditambah Puskesmas dan klinik mandiri diharapkan pelayanan kesehatan akan lebih baik. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat bontang antar rumah sakit selalu berkomunikasi di bawah koordinasi Diskes-KB.

“Dalam rangka Hari Dokter ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dokter atas pengabdian dan kerja kerasnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat bontang. Ucapan terima kasih juga kepada Pemkot Bontang, Diskes-KB, rumah sakit, Puskesmas, klinik mandiri dan stakekholder yang telah bersinergi memberikan pelayanan kesehatan,” tukasnya. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangDokterkesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Di Bontang, Satu Dokter Tangani 982 Pasien 

Next Post

Kondisi Darurat Tak Perlu Rujukan, Jangan Sampai Lambat Ditangani

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.