BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di bidang kearsipan masih menjadi tantangan dalam optimalisasi layanan kearsipan di Kota Bontang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan hingga saat ini masih terdapat kekurangan tenaga arsiparis. Bahkan, tercatat ada sembilan perangkat daerah yang belum memiliki arsiparis.
Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah, sehingga standar kearsipan belum sepenuhnya dapat diterapkan secara merata.
“SDM tenaga arsiparis ini perlu ditambah untuk mengoptimalkan layanan kearsipan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa penyerahan arsip statis ke DPK Bontang sebagai lembaga kearsipan daerah juga belum berjalan maksimal.
Padahal, arsip statis memiliki peran penting sebagai memori kolektif yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Kami terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan arsiparis serta meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Retno juga menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah dalam mendukung pengelolaan arsip yang tertib dan sesuai ketentuan.
Sebagai bentuk dorongan, DPK Bontang turut memberikan penghargaan kepada perangkat daerah yang dinilai memiliki kinerja baik dalam pengelolaan arsip.
“Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan arsip di Kota Bontang semakin tertib dan profesional,” pungkasnya. (*)







