BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang menyebut pendapatan asli daerah (PAD) 2019 dari retribusi di tiga pasar melebihi target yang telah ditentukan. Kepala Diskop UKMP Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan target PAD 2019 lalu mencapai Rp 1 miliar.
Angka tersebut diambil dari retribusi yang ditarik di tiga pasar, yakni Pasar Sementara Rawa Indah, Pasar Taman Telihan dan Pasar Citra Mas Loktuan. Hingga penghujung akhir tahun lalu, hasil dari pungutan parkir dan biaya sewa lapak justru mencapai Rp 1,128 miliar.
“Melebihi target yang telah ditentukan sudah dua tahun berturut turut,” ungkapnya saat di hubungi Bontangpost.id.
Katanya, sektor yang paling banyak menyumbang PAD dari pasar yakni sektor parkir. Besarannya pun hampir mencapai 50 persen dari PAD yang ada, yaitu sekira Rp 650 juta.
“Angka itu dari tiga pasar,” ujarnya.
Dalam mengikuti perkembangan zaman, Diskop UKMP Bontang berencana memasang mesin parkir elektronik di tiga pasar tersebut. Melihat pemasangan mesin ini lebih efisien.
“Mimpi kami begitu,” katanya.
Ditambahkan Kepala UPT Pasar Taman Rawa Indah, Haidar menerangkan biaya parkir kendaraan itu berbeda-beda. Untuk jenis kendaraan roda dua sebesar Rp 1.000, dan roda empat sebesar Rp 2.000.
Sedangkan untuk sewa lapak pedagang dikenakan Rp 500 perhari. Sementara untuk bulanan sekitar Rp 2.000 permeter, dan tahunan paling tinggi Rp 10 juta. Itu sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 9 tahun 2011 tentang Retribusi Umum.
“Ini tarif yang termurah di Kaltim,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam menyetujui agar setiap kantong parkir di Kota Taman dapat dipasang parkir elektronik. Sehingga dapat menambah PAD Bontang.
“Seperti di Balikpapan dan Samarinda itu sudah pasang,” ujarnya. (Zaenul)






