• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Duka di Balik Tambang Emas Ilegal Solok Selatan: Dalam 4 Tahun, 41 Tewas

by BontangPost
24 November 2024, 19:01
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Aktivitas tambang emas liar di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat yang terbilang nekat, sudah menghilangkan 41 nyawa.

Aktivitas tambang emas liar di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat yang terbilang nekat, sudah menghilangkan 41 nyawa.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Harta karun berupa emas murni di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat memang menjanjikan. Bahkan lahan seluas 28.840 hektare menjadi incaran negara lain.

Karena itu Solok Selatan dijuluki ‘Bukit Emas karena kekayaan alamnya yang melimpah, terutama dalam bentuk emas yang hampir selalu ditemukan di setiap bukit di wilayah Solok Selatan.

Seiring potensi tersebut aktivitas tambang ilegal makin marak, seakan sulit dihentikan. Produksi emas ilegal tersebut diperkirakan mencapai 30 kg setiap bulan. Diproduksi dengan beragam cara, mulai menggunakan alat sederhana hingga alat berat.

Uang beredar yang begitu banyak, memunculkan ratusan penambang liar. Mereka datang dengan modal kuat, ada juga yang modal nekat dengan taruhan nyawa yang begitu besar.

Pemodal kuat ini mempunyai beking petugas keamanan dari berbagai tingkatan. Kasus penembakan AKP Ryanto Ulil Anshar menjadi bukti lingkaran kekuasaan di balik penambang liar tersebut

Baca Juga:  Fakta Baru Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan

Diduga kuat AKP Dadang Iskandar mempunyai kepentingan besar di dalam aktivitas tambang emas ilegal tersebut. Rasa takut sudah hilang. Kenekatan AKP Dadang Iskandar disebut Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, karena upaya melindungi aktivitas tambang ilegal.

Dalam beberapa tahun ini, sejak 2020 korban meninggal akibat tambang emas ilegal di Solok Selatan mencapai 41 orang. Korban terbanyak, 26 September 2024 lalu, sebanyak 13 orang penambang emas ilegal dinyatakan meninggal dunia.

Dari peristiwa terakhir tersebut, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono langsung mengeluarkan perintah penindakan terhadap aktivitas penambangan emas liar di Kabupaten Solok Selatan. Tugas tersebut sepertinya dibebankan kepada almarhum AKP Ryanto Ulil Anshar.

Baca Juga:  Ibu Korban Polisi Tembak Polisi Minta Pelaku Dihukum Mati

Diduga karena banyaknya benturan kepentingan, kasat Reskrim Polres Solok Selatan tersebut sempat tertekan. Terbukti 3 bulan lalu sebelum peristiwa penembakan terjadi, pernah mengungkapkan kepada ibundanya, Cristina Yun Abubakar.

Cristina mengatakan anaknya sempat bertanya kepada dirinya soal keinginannya keluar dari polisi. “Kalau tidak salah tiga bulan yang lalu, katanya saya (AKP Ryanto Ulil Anshar) mau keluar dari polisi, apa mama mengizinkan?’,” kata Cristina Yun Abubakar di rumah duka, Jumat (22/11).

Berikut data BPBD Sumatera Barat tentang korban meninggal tambang emas ilegal di Kabupaten Solok Selatan:

– 18 April 2020, sembilan penambang di Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan tertimbun longsor di lokasi tambang emas. Seluruh korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

– 11 Januari 2021, enam penambang tertimbun longsor di lokasi tambang emas di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari. Saat itu empat orang dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lainnya selamat.

Baca Juga:  Polisi Tembak Polisi, Pelaku Diduga Jadi Bekingan Tambang

– 10 Mei, delapan penambang tewas di Nagari Abai Kecamatan Sangir Batang Hari akibat longsor di lubang tambang emas ilegal.

– 21 Agustus 2022, tiga orang penambang tewas tertimbun bekas galian tambang emas di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari.

– 30 Oktober 2023 seorang penambang emas tewas tertimbun longsoran.

– 26 September 2024, peristiwa longsor melanda satu titik tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Setidaknya 13 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara 12 orang lainnya mengalami luka-luka. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Polisi tembak polisi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Awas Bahaya Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen Picu Gelombang PHK di Berbagai Sektor Usaha di Kaltim

Next Post

Pria di Guntung Ditangkap Polisi, Kedapatan Bawa Sabu saat Berkendara

Related Posts

Ibu Korban Polisi Tembak Polisi Minta Pelaku Dihukum Mati
Kriminal

Ibu Korban Polisi Tembak Polisi Minta Pelaku Dihukum Mati

27 November 2024, 14:05
Fakta Baru Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan
Kriminal

Fakta Baru Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan

24 November 2024, 12:49
Polisi Tembak Polisi, Korban Diduga Dieksekusi dari Jarak Dekat
Kriminal

Polisi Tembak Polisi, Korban Diduga Dieksekusi dari Jarak Dekat

22 November 2024, 17:23
Polisi Tembak Polisi, Pelaku Diduga Jadi Bekingan Tambang
Kriminal

Polisi Tembak Polisi, Pelaku Diduga Jadi Bekingan Tambang

22 November 2024, 15:17

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.