BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang) mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang untuk meninggalkan sistem pengarsipan manual dan beralih ke pengelolaan dokumen berbasis digital.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menyesuaikan tata kelola pemerintahan dengan perkembangan teknologi informasi.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan sistem pengarsipan konvensional memiliki sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan ruang penyimpanan hingga risiko kehilangan dokumen.
Menurutnya, aplikasi Srikandi menjadi solusi untuk menghadirkan pengelolaan arsip yang lebih cepat, terintegrasi, dan mudah diakses.
“Semoga seluruh perangkat daerah bisa menerapkan aplikasi Srikandi dengan mantap,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, sistem digital memungkinkan pencarian dokumen dilakukan dengan lebih praktis dibandingkan metode manual yang memakan waktu lebih lama.
Selain itu, arsip elektronik juga dapat membantu mengurangi penumpukan berkas fisik di lingkungan OPD.
DPK Bontang juga terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar seluruh perangkat daerah mampu mengoperasikan sistem kearsipan digital secara optimal.
Retno berharap transformasi ini dapat memperkuat pelayanan administrasi pemerintahan.
“Sekaligus menciptakan budaya kerja yang lebih modern dan efisien di Kota Bontang,” pungkasnya. (*)







