bontangpost.id – KPU Kaltim akhirnya menetapkan Kaharuddin Jafar dalam pergantian antar waktu (PAW) DPRD Kaltim. Menggantikan posisi Makmur HAPK yang pindah partai dan mundur dari keanggotaan partai Golkar. Ditanya soal tersebut, ia membenarkan bahwa proses di lingkup partai sudah berlangsung sejak lama.
“Selama ini saya koordinasi dengan partai. Dan mereka minta untuk saya maju. Dan semua sudah diurus partai sampai dengan KPU Kaltim,” kata pria yang akrab disapa KJ ini.
Bahkan KPU Kaltim juga sudah menjawab surat dari DPRD Kaltim. Ia pun saat ini masih menunggu proses pelantikan. Mengingat tahapannya masih berlangsung panjang. Setelah surat dari KPU diterima DPRD Kaltim, maka legislator akan meneruskan ke Gubernur Kaltim.
“Dari gubernur baru ke Mendagri. Prosesnya agak panjang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai semua,” ucapnya.
Ia pun bersedia menerima amanah yang diberikan. KJ menjelaskan proses dari partai ini berlangsung sejak Mei lalu. Dalam pemberhentian Makmur HAPK dikeluarkan oleh DPD I Golkar Kaltim kemudian diteruskan ke DPP. Ia pun mengaku tidak mengikuti setiap alurnya.
“Karena begitu saya diminta menyiapkan dokumen lengkap pada Mei, saya mengalir saja. Saya hanya komunikasi dengan rekan di provinsi melalui sambungan telepon,” tutur dia.
Terkait durasi masa jabatan pasca PAW nanti yang sebentar, ia tidak muluk-muluk. Setelah dilantik akan berkoordinasi dengan Pemkot Bontang. Terkait apa yang perlu diperjuangkan. Termasuk menjalin koordinasi dengan pemprov. Sehubungan dengan posisi nantinya di struktur fraksi maupun komisi akan menempati kursi yang ditinggalkan.
“Kalau jadi saya tinggal masuk di komisi yang ditinggalkan dan anggota fraksi,” terangnya.
Sehubungan dengan jabatan sebelumnya yakni komisaris salah satu anak usaha Perumda AUJ, ia mengaku sudah mundur. Tepatnya sepekan setelah disampaikan oleh Ketua DPD I Golkar sepekan langsung meninggalkan jabatannya.
“Pertama tidak ada gaji disitu. Jangan ada anggapan orang saya dapat uang di situ (anak usaha Perumda AUJ),” sebutnya.
Bahkan ia mengklaim banyak uang yang keluar untuk pengembangan anak usaha Perumda AUJ yakni PT Bontang Berkah Jaya (BBJ). Sebab ingin anak usaha tersebut ada kontribusi terhadap PAD Bontang. “Sampai sekarang belum ada pekerjaannya PT BBJ. Padahal dana yang masuk ke situ hampir Rp 200 juta,” tandasnya. (ak)

