• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Gempa M 6,5 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Diminta Jauhi Pantai

by BontangPost
27 Juli 2021, 00:06
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Tangkapan layar sejumlah warga berlarian ke jalan untuk menyelamatkan diri usai gempa magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una pada Senin malam (26/7) pukul 20.09 Wita.

Tangkapan layar sejumlah warga berlarian ke jalan untuk menyelamatkan diri usai gempa magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una pada Senin malam (26/7) pukul 20.09 Wita.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Gempa bumi bermagnitudo terjadi di wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Senin (26/7) pukul 19.09 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat pesisir Bolaang dan Bunta menjauhi pantai sehubungan kejadian gempa bumi tersebut. BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang.

“Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/7).

Bambang juga meminta masyarakat memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Gempa tersebut dirasakan kuat oleh warga di wilayah Ampana, dengan skala V-VI MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan orang terkejut dan berlarian keluar. Selain di wilayah tersebut, Bambang mengatakan gempa juga dirasakan warga Luwuk, Poso, Morowali dengan skala V MMI. Kondisi gempa dengan skala kekuatan ini, getarannya dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Baca Juga:  Dampak Gempa dan Tsunami di Sulteng, 2.113 Tewas, 1.309 Hilang

Kemudian, di wilayah Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kotamobagu, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Buol, Bone Bolango, Pohuwato dengan skala III-IV MMI, yang mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Selanjutnya, di Tomohon, Manado, Ratahan, Bobong, Konawe Utara, Kolaka Utara, Masamba dengan skala II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seolah truk berlalu. Lalu, di Mamuju Tengah, Polewali II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung pun ikut bergoyang.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,77° LS; 121,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km arah Timur Laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km. Hingga saat ini, kata Bambang, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Baca Juga:  Dampak Gempa dan Tsunami di Sulteng, 2.113 Tewas, 1.309 Hilang

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena sesar lokal. Menurut Bambang, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan normal (normal fault).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Bambang. Hingga Senin 26 Juli 2021 pukul 19.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ) magnitudo 3,4. (antara/jpnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gempa sulteng
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Delapan Penumpang Kapal di Pelabuhan Loktuan Ketahuan Pakai Surat Rapid Antigen Palsu

Next Post

Pengusaha asal Aceh Beri Bantuan Rp 2 Triliun untuk Penanganan Covid 19

Related Posts

Dampak Gempa dan Tsunami di Sulteng, 2.113 Tewas, 1.309 Hilang
Breaking News

Dampak Gempa dan Tsunami di Sulteng, 2.113 Tewas, 1.309 Hilang

22 Oktober 2018, 06:00

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.