• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan, Pertamax Turbo Turun Paling Tinggi

by M Zulfikar Akbar
11 Februari 2019, 15:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 10 Februari. Kebijakan ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Di Kaltim, penurunan harganya berada di rentang Rp 50-800 per liter.

Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiuddin Zainal Abidin mengatakan, turunnya harga minyak dunia menjadi alasan Pertamina menurunkan harga BBM.

“Terhitung sudah dua kali tahun ini harga BBM turun. Faktor kondisi global yang tidak ada kepastian, membuat harga minyak dunia terus tergerus. Kemungkinan, tren ini masih akan berlanjut. Bagi masyarakat Indonesia atau Kaltim tentu sesuatu yang sangat membantu di tengah kondisi ekonomi saat ini,” tuturnya, Minggu (10/2).

Baca Juga:  Terkait Isu Penjualan Pertamax Bercampur Air, Pengelola SPBU Dipanggil Polisi

Kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, menurutnya Zainal menjadi faktor terbesar pelemahan harga minyak dunia. Belum jelasnya hasil perundingan kedua negara membebani harga minyak dan dikhawatirkan membuat perang dagang kembali memanas.

Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis light sweet West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2019 di New York Mercantile, Jumat (8/2), turun 0,17 persen ke level USD 52,55 per barel.

Selama sepekan kemarin, harga minyak bergerak fluktuatif. Pada Senin (4/2), harga minyak terpantau stabil sebesar USD 54,56 per barel, lalu merosot keesokan harinya menjadi USD 53,66 per barel. Hari berikutnya, harga minyak kembali naik ke posisi USD 54,01 per barel, lalu terus menurun hingga akhir pekan.

“Dibanding tahun lalu jelas jauh kondisi harga minyak dunia. Awal tahun lalu bisa sampai USD 80 per barel. Sekarang masih stabil di angka USD 50-an. Bagi masyarakat ini sangat bagus. Namun bagi pengusaha justru membingungkan. Rencana kerja atau produksi yang sudah dihitung mau tidak mau dihitung ulang. Butuh proses, namun dari margin keuntungan bertambah. Paling tidak cost BBM bisa ditekan,” ucapnya.

Baca Juga:  Masih Masuk PSN, Tetap Berharap Kilang Bontang Dibangun

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid menjelaskan sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama. Yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Kondisi saat ini, harga minyak dunia mengalami tren penurunan dan rupiah menguat terhadap dolar.

“Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” katanya.

Lebih lanjut Mas’ud menjelaskan, penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Penurunan hingga Rp 800. Selain itu, Pertamina melakukan penyelarasan harga premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Baca Juga:  Diduga Jadi Penyebab Antrean Panjang di SPBU, Polres Tetapkan Tersangka Pengetap

Adapun harga BBM di beberapa wilayah berbeda dikarenakan adanya pemberlakuan Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah. Semua harga BBM ini sesuai peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM jenis BBM umum sebesar minimal 5 persen dan maksimal 10 persen dari harga dasar.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas. (aji/ndu/k15/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bbm nonsubsidipertamina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Liga 2, Mitra Kukar Condong Pilih Rondong Demang

Next Post

Penurunan Harga Batu Bara Masih Wajar

Related Posts

Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar
Kaltim

Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar

3 Maret 2025, 17:00
Harga Pertamax Naik Lagi per 1 Februari 2025 Lalu, Kini Rp13.200 per Liter
Kaltim

Harga Pertamax Naik Lagi per 1 Februari 2025 Lalu, Kini Rp13.200 per Liter

3 Februari 2025, 15:00
Harga Pertamax di Pertashop Lebih Murah Dibanding di SPBU Bontang 
Bontang

Harga Pertamax di Pertashop Lebih Murah Dibanding di SPBU Bontang 

22 Agustus 2024, 10:37
Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan
Kaltim

Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan

28 Mei 2024, 14:00
Kebakaran di Kawasan Kilang Pertamina Balikpapan, hingga Pagi Ini Api Belum Berhasil Dipadamkan
Kaltim

Kebakaran di Kawasan Kilang Pertamina Balikpapan, hingga Pagi Ini Api Belum Berhasil Dipadamkan

25 Mei 2024, 09:00
BBM Makin Mahal, Pakar Ingatkan BLT Harus Tepat Sasaran
Nasional

Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2023

1 Juli 2023, 11:04

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.