• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penurunan Harga Batu Bara Masih Wajar

by M Zulfikar Akbar
11 Februari 2019, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
MASIH TINGGI: Kapal pengangkut batu bara melintasi di Sungai Mahakam, Samarinda. Hingga saat ini, ekspor emas hitam itu paling banyak dikirim ke India dan Tiongkok.RAMA SIHOTANG/KALTIM POST

MASIH TINGGI: Kapal pengangkut batu bara melintasi di Sungai Mahakam, Samarinda. Hingga saat ini, ekspor emas hitam itu paling banyak dikirim ke India dan Tiongkok.RAMA SIHOTANG/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA- Sesuai keputusan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM), harga baru bara acuan (HBA) untuk Februari 2019 ditetapkan sebesar USD 91,80 per metrik ton. Harga tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan HBA beberapa bulan sebelumnya. Namun, menurunnya harga batu bara dianggap masih dalam tahap wajar.

Diketahui, pada Agustus 2018 HBA masih sebesar USD 107,83 per metrik ton. Terus menurun, September HBA sebesar USD 104,81 per metrik ton, lalu Oktober USD 100,89 per metrik ton dan November USD 97,90 per metrik ton. Mengawali 2019, HBA turun tipis di angka USD 92,41 per ton dibandingkan HBA Desember 2018 yang sebesar USD 92,51 per ton.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim Bidang Logistik Sevana Podung mengatakan, penurunan tersebut masih dalam batas wajar. Karena masih tergolong aman dibanding penurunan tajam yang terjadi pada 2010 hingga 2015.

Baca Juga:  Bukan Pemblokiran, Tapi Penundaan

“Penurunan saat ini masih fluktuatif dam tidak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Sebab masih ada beberapa bulan untuk mengalami perbaikan harga,” katanya, Minggu (10/2).

Dia menilai, untuk kembali memiliki harga yang baik seperti 2010 sangat sulit. Karena produksi dan permintaan juga menurun. Namun, saat ini industri ini tengah merangkak naik walaupun tidak diimbangi dengan produksi yang meningkat.

“Kita terpengaruh oleh kondisi dunia, soal keamanan lingkungan. Ini menjadi persoalan. Ini membuat kita kesulitan untuk mencari pasar baru, sehingga produksi tidak maksimal,” katanya.

Untuk pasar baru, misalnya Amerika Serikat dan Eropa, batu bara sulit masuk karena terkait regulasi lingkungan yang ketat. Yang paling longgar untuk urusan lingkungan hanyalah India dan Tiongkok. Makanya saat ini ekspor Kaltim masih menuju dua negara tersebut. “Pemerintah kita masih lemah, yang kualitas rendah aja dijual. Karena, yang penting ekspor,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rokc Arts Bersaing Ketat dengan Istana Siak

Dia mengatakan, sejauh ini dampak ikutan kepada mikro ekonomi pendamping batu bara tak sepenuhnya mengkhawatirkan. Meski diakuinya bahwa pengusaha pasti menahan jumlah produksinya, dalam volume yang tidak banyak. “Ke depan, solusi kebijakan DMO (domestic market obligation) atau penyerapan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri cukup memberi harapan,” tuturnya.

Senada, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim Muhammad Hamzah mengatakan, lima tahun ke depan akan terjadi penurunan drastis dari produksi batu bara. Sehingga, penyiapan infrastruktur hilirisasi industri, hingga mengangkat kualitas serta kuantitas produk UMKM perlu dilakukan untuk menggantikan posisi batu bara dalam urusan ekspor.

“Potensi perkembangan UMKM itu yang bisa dikembangkan. Potensi kita punya, kami akan bantu untuk menyiapkan semua agar mereka pelaku UMKM siap. Karena untuk ekspor perlu dipastikan produksi stabil dan kualitas terjaga,” ujar Hamzah.

Baca Juga:  Kapolda Kaltim Dimutasi, Akibat 'Nyalon' di Pilgub?

Menurutnya, UMKM memang harus disiapkan dari sekarang. Karena, produksi batu bara yang terus menurun akan membuat nilai ekspor Kaltim juga menurun. Apalagi kontribusi batu bara sangat besar terhadap struktur ekspor Bumi Etam.

“Sektor penggantinya harus sudah kita siapkan. Bahkan, kami siap untuk mengembangkan lewat program CSR para perusahaan ekspor. Sehingga kelak penurunan harga produksi batu bara tidak akan begitu terasa pada dunia ekspor Kaltim,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15/kpg)

Tags: Batu barakadin kaltimkaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan, Pertamax Turbo Turun Paling Tinggi

Next Post

NAM Air Mengudara di APT Pranoto, Lirik Potensi Rute Denpasar

Related Posts

Bos Bayan Resources Keruk Batubara di Kaltim tapi Sumbang Rp1,7 Triliun ke Singapura
Nasional

Bos Bayan Resources Keruk Batubara di Kaltim tapi Sumbang Rp1,7 Triliun ke Singapura

22 Oktober 2026, 11:32
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan
Kaltim

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan

7 Agustus 2026, 10:00
Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Naik Penyidikan, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Triliun
Nasional

Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Naik Penyidikan, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Triliun

7 Juli 2026, 11:58
Dua Ponton Batu Bara Hantam Rumah Warga dan Rusak Jembatan Mahulu
Kaltim

Dua Ponton Batu Bara Hantam Rumah Warga dan Rusak Jembatan Mahulu

5 Januari 2026, 07:00
Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Putri Amanda Pimpin Kadin Kaltim; Usia Muda, Kedekatan Gubernur, dan Kontroversi Administrasi
Kaltim

Putri Amanda Pimpin Kadin Kaltim; Usia Muda, Kedekatan Gubernur, dan Kontroversi Administrasi

30 November 2025, 16:02

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.