• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Harga Sayuran Belum Stabil

by BontangPost
11 November 2018, 16:40
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
MASIH MAHAL: Labu siam kini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya. Padahal sebelum bencana gempa dan tsunami di Palu, dihargai Rp 5 ribu. (DOK/BONTANG POST)

MASIH MAHAL: Labu siam kini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya. Padahal sebelum bencana gempa dan tsunami di Palu, dihargai Rp 5 ribu. (DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Musim kemarau berdampak terhadap jumlah hasil panen perkebunan. Salah satunya labu siam. Harganya cenderung ada kenaikan.

Randi, Pedagang sayuran di Pasar Rawa Indah mengatakan, dulunya menjual labu siam seharga Rp 5 ribu per kilogram. Namun saat ini, ia mematok Rp 10 ribu per kilogram.“Sudah beberapa minggu ini harganya belum stabil,” kata Randi.

Makassar yang sebelumnya memberi pasokan, belakangan ini tidak ada pengiriman. Hasil panen yang tidak maksimal membuat pasokan hanya dikirim ke dalam kota. “Kondisi ini dimanfaatkan oleh pemasok dari Palu. Karena saingannya tidak ada maka mereka belum juga menurunkan harga,” ucapnya.

Labu siam dari kedua daerah ini memiliki perbedaan. Jika dari Makassar ukurannya cenderung lebih kecil, muda, empuk, dan struktur kulitnya halus atau tidak berduri. Sementara labu siam dari Palu umumnya berukuran besar dan kulitnya berduri.

Baca Juga:  Terkait Pemanggilan Anggota DPRD untuk Kasus Dugaan Mark Up Eskalator, Masih Terbentur Izin Gubernur

“Orang rata-rata memilih dari Makassar, karena biasanya mereka jual kembali secara eceran. Sehingga jika dari Makassar satu kilogramnya berisi tiga buah, sedangkan dari Palu dua buah. Itu pun lebih dari satu kilogram,” paparnya.

Distribusi dari Palu juga sejatinya berkurang. Dari dua kali sepekan menjadi satu kali. Randi mengaku terjadi angka penjualan pun mengalami penurunan. Jika sebelumnya mampu menjual 30 kilogram per harinya. Kini, ia hanya mengambil tiap hari 10 kilogram.

Pun demikian dengan harga sawi putih. Saat ini Randi mengaku menjual Rp 16 ribu per kilogramnya. Padahal sebelum gempa dan tsunami di Palu, harganya Rp 13 ribu.

Sementara harga beberapa sayur lainnya sudah mengalami penurunan. Seperti kubis saat ini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya dari sebelumnya Rp 12 ribu.

Baca Juga:  Pemeriksaan Administrasi Awal untuk Calon Polri, Berkas Tak Lengkap Dinyatakan Gugur

Harga wortel pun turun. Sayuran yang kaya vitamin A ini satu kilogramnya dijual Rp 16 ribu. Padahal, tiga minggu lalu pedagang memasang harga Rp 18 ribu. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangHarga Sayuran
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harga Daging Impor Belum Bergerak

Next Post

Daftar Pemilih Tanjung Laut Meningkat

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.