• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Harga Tiket Pesawat Bikin Menjerit, Gubernur Sampai Surati Dua Maskapai

by M Zulfikar Akbar
12 Januari 2019, 14:40
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BERKALI-KALI ke Padang, tak pernah sekali pun Hari Kurniawan memilih moda transportasi selain pesawat untuk balik ke Jakarta. Tapi, tidak kali ini. Pria 22 tahun itu harus rela naik bus yang jelas butuh waktu tempuh jauh lebih lama.

”Tiket pesawat mahal sekali. Mana bagasi sekarang juga harus bayar,” katanya kepada Padang Ekspres.

Begitu pula Nini Chaniago. Seperti Hari, dari Padang dia harus balik ke Jakarta dengan menggunakan bus NPM. Sekali jalan cukup Rp 400 ribu. ”Sudah cek harga pesawat. Mahal sekali,” katanya.

Seperti juga di berbagai kota di Indonesia, para pengguna jasa penerbangan memang mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat saat ini. Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanafiah, tiket pesawat Padang–Jakarta pergi-pulang bisa mencapai Rp 4 juta.

”Bandingkan dengan harga tiket pesawat pergi-pulang dari Padang ke Kuala Lumpur, Malaysia, yang hanya Rp 800 ribu,” kata Ian yang juga owner Ero Tour tersebut kepada Padang Ekspres.

Baca Juga:  Garuda Turunkan Tarif, Menhub: Saya Cek Masih Mahal

Menurut Ian, kenaikan tiket pesawat plus bagasi berbayar itu bisa membuat pariwisata Sumatera Barat lumpuh. Wisatawan domestik bakal lebih memilih berlibur ke luar negeri. Sebab, harga tiket pesawat yang ditawarkan jauh lebih murah.

Sekarang saja, lanjut Ian, banyak pengusaha yang terlibat di bidang industri pariwisata yang mengeluh. Mulai pengusaha hotel hingga pelaku usaha yang terlibat di bidang UMKM.

”Kalau momen-momen tertentu seperti Lebaran dan tahun baru, kenaikan harga tiket sangat kami maklumi. Namun, kalau dinaikkan di hari-hari biasa, tentu sangat merugikan semua pihak yang terlibat di pariwisata,” jelas Ian.

Kekhawatiran serupa dirasakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Padahal, pengaruh langsung sektor pariwisata bagi kesejahteraan masyarakat adalah adanya transaksi jual beli yang dilakukan wisatawan terhadap produk lokal.

Karena itulah, Irwan mengaku sudah berulang-ulang mengingatkan sekaligus menyurati dua grup maskapai yang melayani penerbangan domestik, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group, seiring lonjakan harga tiket itu. Khususnya rute Jakarta–Padang.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Pemerintah Terbitkan Aturan Diskon Tiket Penerbangan

”Sudah banyak sekali keluhan yang masuk ke kami. Pengusaha tur juga mengeluh, karena dampaknya juga besar terhadap sektor pariwisata,” terang Irwan kemarin (10/1).

Namun, mesti sudah beberapa kali surat dikirim, sejauh ini belum ada tanggapan. ”Kewenangan Pemprov Sumbar tidak bisa mengurus langsung persoalan tiket,” kata dia.

Irwan juga menyorot kebijakan maskapai yang menerapkan bagasi berbayar. Efek berantainya, wisatawan jadi enggan berbelanja oleh-oleh. Sebab, harus membayar lebih untuk bagasi.

Penelusuran Padang Ekspres juga menunjukkan demikian. Meski memang tidak merata di semua pusat oleh-oleh.

Di pusat oleh-oleh khas Padang Sherly, misalnya, ada penurunan pembelian buah tangan. ”Untuk jual beli mulai awal pekan ini kita rasakan ada penurunan. Tapi, kita nggak tahu persisnya karena faktor apa,” kata Wiwi, karyawan Sherly.

Sebaliknya, bus-bus lintas provinsi justru mereguk berkah karena kenaikan harga tiket pesawat itu. Misalnya, bus ANS. Karyawan bagian tiket, Dasrul, menyampaikan bahwa terjadi lonjakan penumpang dalam dua hari terakhir.

Baca Juga:  KPPU Putuskan Tujuh Maskapai Melanggar Penetapan Harga Tiket

”Mayoritas tujuannya Jakarta dan Bandung. Biasanya kita cuma satu bus yang berangkat, tapi sekarang dua bus dan itu selalu penuh,” ucapnya.

Lonjakan penumpang juga terjadi di NPM Padang. ”Ada terjadi lonjakan, dua bus yang kita berangkatkan dua hari belakangan ini selalu penuh. Beda dari hari biasanya, kebanyakan penumpang itu tujuannya Medan dan Jakarta,” kata Andri, karyawan bagian tiket NPM.

Pengamat pariwisata Sumbar Sari Lenggogeni menilai, masalah plafon harga pesawat untuk domestik itu sebenarnya isu lama. ”Seharusnya ada regulasi plafon/batas maksimal harga sebagaimana diterapkan di negara lain. Di negara lain, bahkan paket wisata saja pakai batasan harga maksimal dan berlaku ke industri lain,” jelas pendiri sekaligus direktur Tourism Development Centre Universitas Andalas itu.

Sari khawatir wisatawan domestik lebih memilih negara tetangga. ”Sebab, banyak low cost carrier yang memasang harga rendah,” katanya. (cr23/cr29/cr30/c10/ttg/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: padangsumatera barattiket pesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diterkam Buaya, Keluarga Korban Minta Jangan Sebar Foto

Next Post

Ini Pemicu Naiknya Harga Tiket Pesawat

Related Posts

Banjir Bandang Sumatera Barat, 50 Meninggal, 27 Orang Hilang
Nasional

Banjir Bandang Sumatera Barat, 50 Meninggal, 27 Orang Hilang

14 Mei 2024, 09:07
Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak
Nasional

KPPU Putuskan Tujuh Maskapai Melanggar Penetapan Harga Tiket

27 Juni 2020, 09:12
Maskapai Penerbangan Jawaposcom 640x446
Nasional

Alhamdulillah, Pemerintah Terbitkan Aturan Diskon Tiket Penerbangan

26 Februari 2020, 13:00
Ternyata Ini yang Jadi Biang Kerok Tiket Mahal
Nasional

Ternyata Ini yang Jadi Biang Kerok Tiket Mahal

27 Desember 2019, 16:00
Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak
Kaltim

Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

21 Agustus 2019, 15:11
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

10 Juli 2019, 09:38

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April Kaltim, Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan KKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.