BONTANGPOST.ID, Bontang – Kematian ikan secara mendadak di sejumlah keramba perairan Bontang masih terjadi. Hingga kini, nelayan terdampak belum mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut, meski sampel air telah diambil untuk diperiksa.
Ardi, pemilik keramba ikan di perairan Selambai, Kelurahan Loktuan, mengatakan ikan di kerambanya masih ditemukan mati hingga Jumat (6/11/2026). Padahal, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang telah mengambil sampel air pada Rabu (4/11/2026).
Namun, dia mengaku belum menerima informasi mengenai hasil pemeriksaan maupun penyebab kematian ikan yang terus terjadi.
“Enggak ada respons dari DLH sama dinas perikanan. Begini saja terus, enggak ada hasilnya,” keluhnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan DKP3 Bontang Syamsu Wardi menyampaikan hasil pemeriksaan sampel akan disampaikan melalui Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan hasil pemeriksaan pada Jumat (6/11/2026), Ahmad Aznem menyebut hasilnya sudah keluar. Dia pun mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Syamsu Wardi.
“Sudah, tinggal hubungi Pak Wardi,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.
Meski demikian, Ardi mengaku belum mendapatkan penjelasan terkait hasil pemeriksaan tersebut. Nelayan pun masih menunggu kepastian mengenai penyebab kematian ikan yang berdampak pada usaha keramba mereka.
Bontangpost masih berupaya menghubungi Syamsu Wardi untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo terkait dugaan kematian ikan mendadak di perairan Selambai, Tanjung Limau, hingga sekitar Pulau Gusung. Namun, belum diperoleh keterangan.
Diberitakan sebelumnya, kematian ikan secara mendadak dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah perairan Kota Bontang sejak Selasa (3/11/2026) petang. Lokasi terdampak meliputi Selambai, Kelurahan Loktuan, Tanjung Limau, hingga Gusung.
Ardi mengatakan, kejadian tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Sedikitnya 17 keramba milik nelayan setempat terdampak. Bahkan, ikan di laut lepas juga ditemukan mati mengapung.
“Ratusan ikan sudah mengapung dan diserok warga. Kejadian ini tidak hanya di Selambai, tetapi juga di Tanjung Limau dan Gusung,” ungkapnya, Kamis (5/11/2026). (*)


