• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Hendak Ditertibkan, Petugas Ditendang 

by BontangPost
11 September 2018, 06:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TAK TERIMA: Andi Lilis tampak marah saat Satpol PP akan menertibkan lapaknya dikarenakan melewati parit yang merupakan fasilitas umum. (Screenshoot/BONTANG POST)

TAK TERIMA: Andi Lilis tampak marah saat Satpol PP akan menertibkan lapaknya dikarenakan melewati parit yang merupakan fasilitas umum. (Screenshoot/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Penertiban lapak di pinggir Jalan KS Tubun diwarnai adu mulut, Senin (10/9) kemarin. Seorang pedagang buah tak terima lapaknya bakal dibongkar oleh petugas. Cekcok pun tak dapat dihindari. Penjual buah yang diketahui bernama Andi Lilis ini bahkan melempar barang dagangannya, membanting timbangan, dan menendang salah satu petugas Satpol PP.

Andi Lilis tidak berkenan jika barang dagangannya dimundurkan dan dibongkar karena berada di atas parit. Ia beranggapan jika atapnya dibongkar, maka akan berdampak terhadap mutu barang dagangannya. “Busuk nanti pisangku kalau terkena matahari langsung. Saya sudah mundur ini beberapa meter, sebelumnya saya jualan di depan, terus mau bagaimana lagi? Parit ini saya cor biar bersih dan rapi,” kata Andi Lilis.

Ia pun meminta kepada petugas untuk merobohkan bangunan permanen yang melanggar terlebih dahulu. Andi Lilis berjanji akan membongkar atapnya sendiri setelah petugas mengabulkan permintaannya. “Itu loh yang permanen tidak bisa kamu runtuhkan, karena miliknya orang kaya. Runtuhkan itu terlebih dahulu, nanti saya sendiri yang robohkan ini (lapaknya),” pintanya.

Baca Juga:  Pasar Rawa Indah Akan Beroperasi, DPRD Bahas Pembagian Lapak Pedagang
Salah Satu pedagang melakukan protes terkait penertiban lapak di pinggir Jalan KS Tubun, Senin (10/9) kemarin.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemkot Bontang untuk mengganti lahan miliknya yang masuk area bangunan pasar baru. Bahkan kepada petugas, permintaan ini agar diteruskan kepada pucuk pemerintah daerah. Meskipun saat itu petugas langsung menimpali upaya penertiban ini tidak ada sangkut-pautnya dengan persoalan lahan. “Kembalikan dulu lahanku, bilangin atasanmu. Pergi kamu,” kata dia sembari menendang salah satu petugas Satpol PP.

Tak mau ricuh berkepanjangan, petugas memilih bergeser ke lapak selanjutnya. Namun petugas tetap memegang komitmen dari Andi Lilis yang bakal menata sendiri kiosnya.

Sikap protes terhadap penertiban juga digaungkan Rosmiati. Penjual daging ayam ini menilai pemkot tidak memiliki sikap kasihan terhadap warga kecil. Selain itu, dia menuntut pemkot agar menepati janji terhadap penyelesaian bangunan pasar baru. “Janjinya mau segera membangun pasar tetapi hingga saat ini belum selesai,” kata Rosmiati.

Baca Juga:  1.366 Lapak Pedagang Pasar Taman Rawa Indah Siap Digunakan

Anjas penjual telur menyetujui adanya penataan. Namun, ia berharap penertiban itu merata dan bukan hanya menggebu-gebu di awal saja. Sebenarnya, ia memiliki petak di dalam bangunan pasar sementara. Akan tetapi karena sempit, Anjas memilih menyewa sebuah petak di luar pasar. Ia mengaku merogoh kocek untuk membayar petak seharga Rp 45 juta per tahunnya.

“Jangan satu ditindak, tetapi yang lain diberi kelonggaran,” pinta Anjas.

Berbeda, sikap setuju terhadap penertiban dilontarkan oleh Rukiyah. Penjual barang kelontong ini hanya meminta kebijakan terhadap pembongkaran atap. Dikatakannya keberadaan atap yang berada di atas parit tidak menganggu pejalan kaki. Justru, atap tersebut dapat meneduhkan mereka dari teriknya panas matahari. “Menurut saya ini tidak menganggu jadi saya minta kebijakan supaya tidak dibongkar saja. Perihal barang dagangan harus mundur saya menyetujuinya,” tutur Rukiyah.

Baca Juga:  Pengundian Lapak Pasar Taman Rawa Indah Harus Transparan

Sebelumnya, petugas telah memberikan surat peringatan (SP) kepada pemilik lapak. SP pertama diberikan pada tanggal 31 Agustus silam. Tiga hari berselang pedagang pun memperoleh surat teguran kedua. Kamis (6/9) lalu surat teguran ketiga pun dilayangkan. Mengingat tiga hari berselang jatuh pada Minggu, maka upaya penertiban disepakati digelar kemarin.

Awalnya, keluhan datang pedagang yang berada di dalam bangunan pasar sementara. Mereka merugi lantaran sepi konsumen, sehubungan dengan menjamurnya pedagang di trotoar Jalan KS Tubun. Bahkan, pedagang saat itu sempat ingin membuka lapak di halaman parkir pasar jika tidak mendapat respon dari Pemkot Bontang. Namun upaya itu batal seiring Pemkot menyurati pedagang dadakan tersebut. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pasar rawa indahPedagang Nakalpenertiban
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sepekan, 8 Kasus Narkoba Diungkap

Next Post

Penertiban Sasar 118 Pedagang 

Related Posts

800 Lapak di Pasar Taman Rawa Indah Bontang Tidak Aktif Disegel UPT
Bontang

800 Lapak di Pasar Taman Rawa Indah Bontang Tidak Aktif Disegel UPT

8 Juni 2025, 11:28
Berjualan di Atas Trotoar, Pedagang di Sekitar Pasar Rawa Indah Ditertibkan
Bontang

Berjualan di Atas Trotoar, Pedagang di Sekitar Pasar Rawa Indah Ditertibkan

6 Desember 2024, 15:49
Pedagang Rawa Indah Geram, Rombongan Wawali Najirah Disoraki
Bontang

Pedagang Rawa Indah Geram, Rombongan Wawali Najirah Disoraki

14 Juni 2024, 11:27
Pasar Thamrin Berpotensi Kembali Kantongi SNI
Bontang

Pembangunan Lift Pasar Taman Rawa Indah Mulai Bulan Depan

27 Maret 2023, 18:53
Dua Lift Bakal Dipasang di Pasar Taman Rawa Indah
Bontang

Dua Lift Bakal Dipasang di Pasar Taman Rawa Indah

12 Februari 2023, 13:28
Plafon Pasar Taman Rawa Indah Ambruk
Bontang

Plafon Pasar Taman Rawa Indah Ambruk

11 September 2020, 12:29

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.