BONTANGPOST.ID, Bontang – Pembangunan jembatan akses SMP Negeri 5 Bontang dibahas melalui dua opsi. Selain hibah lahan, Pemkot Bontang mengusulkan perusahaan membangun jembatan sebagai alternatif.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pembahasan dilakukan bersama PT Kaltim Nusa Etika (KNE) dan PT Kaltim Industrial Estate (KIE). Opsi hibah masih membutuhkan tahapan yang cukup panjang, sementara pembangunan oleh perusahaan menjadi alternatif yang turut dibahas.
“Kalau misalkan itu disetujui perusahaan dan dibangunkan, kita lebih oke. Lebih enak karena posisi anggaran ke depannya,” ujar pria yang akrab disapa AH.
AH mengatakan Pemkot Bontang telah memiliki perencanaan pembangunan untuk 2027. Desain tersebut nantinya akan dipelajari perusahaan dan disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk tanah dan sungai di sekitar lokasi.
“Kalau misalnya itu opsi hibah lahan yang diberikan ke kita (Pemkot), ya kita juga Insyaallah siap untuk membangun,” katanya.
Sebelumnya, KIE telah menyatakan persetujuan terhadap permohonan hibah lahan untuk pembangunan jembatan. Sementara KNE masih menyelesaikan proses administrasi internal sebelum keputusan hibah ditetapkan.
Direktur Utama PT Kaltim Nusa Etika (KNE) Herliani mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada dewan komisaris dan pemegang saham.
“Intinya beliau-beliau setuju. Jadi memang tinggal proses administrasinya saja,” terangnya.
KNE juga meminta komitmen Pemkot Bontang terkait fungsi jembatan nantinya. Akses tersebut diharapkan menjadi fasilitas umum yang dapat digunakan masyarakat sekitar, bukan hanya untuk SMPN 5.
“Paling tidak itu sebagai fasilitas umum dan bisa dipakai oleh warga sekitar,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, permohonan hibah lahan untuk pembangunan jembatan akses SMP Negeri 5 Bontang mulai menemui titik terang. PT Kaltim Industrial Estate (KIE) menyatakan setuju terhadap permohonan tersebut, sementara PT Kaltim Nusa Etika (KNE) masih memproses pengajuan melalui mekanisme internal perusahaan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, Pemkot Bontang telah mendatangi kedua perusahaan sekaligus menyerahkan surat permohonan hibah lahan, Rabu (9/9/2026).
“Tadi kami datangi KIE sudah setuju, mereka sudah membahas bersama komisaris,” ungkapnya dalam pertemuan bersama KNE. (*)

