BONTANG – Gemuruh tepuk tangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bontang menyambut kabar dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Mereka dijanjikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) naik tahun depan. Tidak hanya itu gaji pegawai honorer akan setara Upah Minimum Kerja (UMK).
Neni menerangkan, itu sesuai janjinya jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang menyentuh angka Rp 1,5 triliun. TPP yang diterima nantinya melebihi yang pernah diperoleh pada 2015 lalu.
”Bontang paling tinggi dan selalu tepat waktu,” katanya saat pelantikan pegawai di Pendopo Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Rabu (30/10/2019) malam.
Selain TPP, gaji pegawai honorer juga akan meningkat. Diklaim lebih tinggi dari kabupaten/kota di Kaltim. Pasalnya gaji para honorer ini akan setara Upah Minimum Kerja (UMK) Bontang. Sebagai informasi, pada 2016 silam, honorer digaji Rp 2,35 juta sampai Rp 2,65 juta per bulan, tergantung jenjang pendidikan. Namun, per Januari 2017 mereka harus rela hanya dibayar Rp 1,05 juta sampai Rp 1,150 juta. Hal tersebut terjadi lantaran defisit keuangan yang menimpa Kota Taman. “(Tahun depan) Rp 3 juta lebih,” katanya.
Anggaran tersebut telah melalui konsultasi dan sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Dia meyakini pengajuan ini disetujui oleh DPRD Bontang. Karena untuk kesejahteraan dan peningkatan kinerja. “Sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Menaikkan insentif ini, sebutnya, agar pegawai lebih fokus bekerja dan tidak boleh main-main. Pesannya agar pegawai meningkatkan terus prestasi dan kinerjanya. Salah satunya yaitu memberikan pelayanan yang sebaik mungkin terhadap masyarakat. Mengingat pemerintah adalah pelayanan masyarakat. “Mari bergandengan tangan membangun Bontang tercinta,” pintanya. (Zaenul)







