• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Imbas Pilkada Ditunda, Kepala Daerah Baru Memimpin Tak Sampai 4 Tahun

by M Zulfikar Akbar
14 April 2020, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN- Masa jabatan bupati atau wali kota di Kaltim bakal semakin singkat. Sebelumnya, periode mereka memerintah hanya sampai pada 2024 atau sekira 4 tahun. Hal itu mengacu pada pilkada serentak 2020 yang digelar September mendatang. Namun, skema itu kandas ketika Komisi II DPR RI, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP, bersepakat menunda pilkada 2020 imbas pandemi corona.

Penundaan itu membuat masa jabatan kepala daerah kian tergerus. Implikasi lainnya, bertambahnya kebutuhan penjabat (PJ) kepala daerah. Berdasarkan data yang dihimpun Kaltim Post (induk Bontangpost.id), ada enam kabupaten/kota yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada 17 Februari 2021. Yakni Kabupaten Berau, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Mahakam Ulu.

Sementara Kota Bontang, masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir pada 23 Maret 2021. Disusul Kabupaten Kutai Barat pada 20 April 2021. Sementara masa jabatan kepala daerah Balikpapan bakal berakhir pada 30 Mei 2021. Kondisi itu membuat pemerintah harus menyiapkan sedikitnya sembilan penjabat atau pj bupati/wali kota sembari menunggu kepala daerah terpilih dilantik.

Sebagaimana diatur dalam PP 6 Tahun 2005, pengangkatan penjabat bupati/wali kota dari PNS dengan kriteria menduduki jabatan struktural eselon II pangkat golongan sekurang-kurangnya IV/b bagi penjabat bupati/wali kota. Bagi sekretaris daerah yang diusulkan menjadi penjabat kepala daerah, untuk sementara melepaskan jabatannya dan ditunjuk pelaksana tugas. Masa jabatan penjabat kepala daerah paling lama 1 tahun.

Baca Juga:  Raihan Suara Tinggi, Joni Muslim Belum Daftarkan Diri

“Bisa diambil dari Pemprov Kaltim. Bisa juga dari Kemendagri. Tergantung ketersediaan pejabat yang memenuhi syarat untuk menjadi penjabat kepala daerah,” ucap Luthfi Wahyudi, pengamat politik Universitas Mulawarman Samarinda saat dihubungi Kaltim Post, Ahad (12/4/2020).

Dia mencontohkan, pada pilkada serentak 2015, banyak penjabat kepala daerah yang berasal dari Pemprov Kaltim. Tujuannya agar tidak diintervensi oleh peserta pilkada. Apalagi jika ada petahana yang kembali menjadi peserta pilkada.  Sehingga bisa lebih independen melaksanakan tugasnya hingga kepala daerah terpilih dilantik.

“Kalau misalnya sembilan orang, saya rasa Pemprov Kaltim mampu menyiapkannya. Untuk memberikan stok pejabat sesuai yang dipersyaratkan itu,” terang dia.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebelumnya menyampaikan tiga opsi perubahan jadwal pelaksanaan pilkada serentak 2020. Yakni pemungutan suara dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Dengan catatan, pandemi corona berakhir pada Mei atau Juni 2020. Apabila pandemi berakhir pada Oktober 2020, pemungutan suara digelar pada 17 Maret 2021. Sementara opsi ketiga, pelaksanaan pilkada serentak ditunda setahun. Yakni 29 September 2021.

Baca Juga:  Minimalisasi Korban Jiwa, KPU Batasi Usia Petugas KPPS di Pilkada 2020

Sementara pada Pasal 201 Ayat 8 UU 10/2016, diterangkan bahwa pilkada serentak nasional akan dilaksanakan pada November 2024.

“Kalau (pilkada) dilaksanakan akhir tahun ini, kemungkinan bisa dilantik bulan April 2021. Bagi yang telah habis masa jabatannya. Tetapi manakala dilaksanakan di pertengahan, apalagi di akhir 2021, maka semakin sedikit lagi masa jabatannya. Sebab, 2024 sudah harus pilkada serentak nasional,” tutur Luthfi.

Walau begitu, sambung dia, perubahan jadwal tahapan pelaksanaan pilkada 2020 masih menunggu Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perpu.

“Saya belum tahu. Di Perpu nanti akan disebutkan atau tidak. Kalaupun disebutkan, harusnya mengacu pada grand design  pilkada di Indonesia,” ucap dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

Sementara itu, Ketua KPU Kaltim Rudiansyah mengatakan, KPU baru menunda beberapa tahapan pilkada 2020. Yakni pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan masa kerja PPS. Lalu verifikasi dokumen dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan dan rekrutmen petugas pemutakhiran daftar pemilih (PPDP).

Baca Juga:  Polling Pilkada Bontang 2020 Berakhir, Adi-Basri Ungguli Neni-Joni

Selain itu, pemutakhiran daftar pemilih ditunda pelaksanaan untuk mencegah penyebaran virus corona. Penundaan tahapan penyelenggaraan pilkada serentak 2020 ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tentang Penundaan Tahapan Pilkada Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19. Penundaan beberapa tahapan yang semestinya sedang berjalan itu, telah dilaksanakan sejak 22 Maret 2020. Ada perbedaan antara penundaan beberapa tahapan pilkada dan penundaan pilkada keseluruhan. Untuk penundaan beberapa tahapan sudah dilakukan.

Sementara untuk penundaan pilkada secara keseluruhan menunggu keputusan pemerintah, sebagaimana hasil rapat bersama tersebut.

“Untuk menunda secara keseluruhan tahapan, perlu keputusan pemerintah melalui perpu,” ucap alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda ini.

Rudi menegaskan, sampai saat ini, tidak ada opsi terburuk. Sebab, KPU yang mengajukan opsi penundaan. Hal tersebut didasarkan kepada kepentingan yang lebih besar.

“Bagaimana semua lini masyarakat, sama-sama fokus kepada upaya pencegahan wabah Covid-19,” jelas dia. (kip/riz/k16/kpg)

Source: Prokal
Tags: luthfi wahyudipengamat politikpilkada 2020pilkada bontang 2020universitas mulawarman
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pandemi Korona, Universitas di Jepang Lakukan Wisuda dengan Robot

Next Post

BPJAMSOSTEK Donasikan Gaji Bagi Perlindungan Tenaga Medis dan Relawan Covid-19

Related Posts

Mengenal Moderator Debat Publik Bontang; Leliyana Andriyani
Bontang

Mengenal Moderator Debat Publik Bontang; Leliyana Andriyani

7 November 2020, 13:22
Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye

27 Agustus 2020, 14:30
Wajah Jawa dalam Tim Asri Deklarasi Mendukung Adi-Basri
Advertorial

Wajah Jawa dalam Tim Asri Deklarasi Mendukung Adi-Basri

9 Agustus 2020, 20:00
Dinilai Tidak Netral, Oknum PNS Dilaporkan ke KASN
Bontang

Dinilai Tidak Netral, Oknum PNS Dilaporkan ke KASN

4 Agustus 2020, 10:07
PKS Bontang Rekomendasikan Neni-Joni ke DPP
Bontang

Gerindra Merapat ke Neni-Joni

3 Agustus 2020, 09:43
PKS Beri Dukungan, Neni-Joni Kantongi Sepuluh Kursi
Bontang

PKS Beri Dukungan, Neni-Joni Kantongi Sepuluh Kursi

25 Juli 2020, 13:58

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.