SAMARINDA – Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov Ikasi) Kaltim bertekad mempertahankan medali emas saat PON XX/2020 di Papua nanti. Berbagai persiapan sudah direncanakan demi meningkatkan performa atlet.
Salah satunya, sejumlah atlet andalan akan diikutkan pada berbagai kejuaraan. Yang terdekat adalah kejuaraan nasional (kejurnas) pada Mei 2017 di Jakarta baik kadet, junior, dan senior.
Ketua Pengprov Ikasi Kaltim, H Muslimin mengatakan, ditinjau dari usia, hampir 50 persen atlet senior tak lagi bisa berlaga di PON Papua. Mau tak mau, kata dia, untuk mempertahankan prestasi PON Jabar perlu perjuangan keras.
Program yang tak bisa ditawar adalah membina atlet-atlet muda yang menjadi cikal atlet Benua Etam di kancah nasional.
“Hampir 50 persen seniornya tidak bisa bertanding lagi, jadi kami harus menjaring atlet muda. sehingga, sejak dari sekarang mereka yang memiliki potensi besar itu mulai kami bina menuju PON di Papua,” kata Muslimin.
Program mendatangkan mendatangan pelatih asing untuk membina atlet menuju PON juga masuk bagian dari jadwal kerja Ikasi Kaltim.
“Dan ini tidak lepas dari dukungan dari pemprov dan KONI Kaltim dalam mem-backup setiap kegiatan yag dilakukan oleh cabor dalam meningkatkan prestasinya,” pungkasnya. (*/gun)







