• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ini 3 Kesalahan Diet Rendah Karbohidrat

by M Zulfikar Akbar
10 Januari 2019, 13:50
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Diet rendah karbohidrat sedang naik daun beberapa waktu belakangan. Metode diet ini disebut mampu memberikan hasil yang optimal, khususnya dalam hal menurunkan berat badan.

Selama ini, diet rendah karbohidrat yang dipahami masyarakat adalah membatasi asupan karbohidrat menjadi hanya 60–130 gram per hari. Sebagai gantinya, pelaku metode diet tersebut mesti mengisi asupan makanan kaya akan kandungan protein serta lemak seperti daging, ikan, telur, dan lain-lain.

“Diet rendah atau non-karbohidrat memang cepat menurunkan berat badan. Sebab saat karbohidrat tidak tersedia, tubuh akan membakar lemak yang tersimpan sebagai energi,” kata dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Kendati terbukti efektif, tak sedikit pelakunya yang merasa dikecewakan dengan metode diet rendah karbohidrat. Sebab, mereka tak kunjung mengalami penurunan berat badan seperti yang dijanjikan. Apakah Anda salah satu yang juga mengalami hal ini?

Jika jawabannya “ya”, maka kemungkinan terbesarnya adalah Anda telah melakukan kesalahan dalam melakukan diet rendah karbohidrat. Berikut beberapa kesalahan yang dimaksud:

1. Makan terlalu banyak protein

Protein memang dapat meningkatkan perasaan kenyang dan mengoptimalkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Meski begitu, konsumsi protein tetap harus dibatasi. Anda pun mesti memilih jenis protein yang benar-benar menunjang proses penurunan berat badan.

Faktanya, konsumsi protein yang tepat mengacu pada penurunan berat badan serta peningkatan otot tubuh, khususnya bila diimbangi dengan olahraga secara rutin dan teratur.

2. Terlalu takut makan lemak

Manusia mendapatkan sebagian besar kalori dari karbohidrat. Saat tubuh tak lagi mendapat sumber energi tersebut akibat diet rendah karbohidrat, otomatis Anda harus menggantinya dengan zat gizi yang lain.

Itu artinya, jika tidak makan karbohidrat, Anda harus menambahkan pasokan lemak agar tidak kelaparan dan menyebabkan kekurangan gizi maupun energi. Anda tak perlu takut gemuk akibat mengonsumsi lemak. Asalkan tetap ingat bahwa Anda harus menghindari lemak trans dan memilih jenis sehat seperti lemak tak jenuh tunggal atau omega-3.

3. Tidak memenuhi asupan garam

Salah satu hal yang mesti Anda catat di balik diet rendah karbohidrat adalah penurunan kadar insulin. Pada diet rendah karbohidrat, kadar insulin Anda turun dan tubuh mulai mengeluarkan kelebihan natrium.

Itulah mengapa pelaku diet rendah karbohidrat sering merasa kembung. Tak heran, ada pula efek samping lainnya yang dapat dirasakan, seperti sakit kepala, merasa lelah, badan lemas, hingga sembelit.

Cara terbaik untuk menghindari masalah yang satu ini adalah menambahkan garam dalam makanan yang Anda konsumsi. Sebagai solusi, Anda juga bisa minum satu cangkir kaldu setiap hari.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang berasal dari makanan dan sangat diperlukan oleh tubuh agar dapat menjalankan fungsinya dengan normal. Saat memutuskan untuk melakukan diet rendah karbohidrat, berarti Anda harus paham dengan konsekuensi yang harus diterima.

“Tidak ada larangan bagi Anda untuk diet. Namun yang perlu diperhatikan adalah agar Anda menjalani diet sehat yang seimbang dengan tidak menghilangkan salah satu unsur gizi penting seperti karbohidrat,” tutur dr. Vita.

Sebelum melakoni diet rendah karbohidrat, sebaiknya pikirkan kembali secara matang pilihan Anda tersebut. Jangan asal mulai, karena efek sampingnya bisa sangat berbahaya. Alih-alih menurunkan berat badan, metode diet yang salah justru bisa mengancam kesehatan Anda.(NB/RVS/klikdokter)

Tags: diet karbohidrat
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Suka Makan Buah Sirsak? Ini Sederet Manfaatnya

Next Post

MUI Tegaskan Tidak Dukung Paslon

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.