bontangpost.id – Wali Kota Bontang Basri Rase menanggapi pertanyaan Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris yang mempertanyakan diksi hebat dan beradab yang disampaikannya dalam pidato perdana di hadapan dewan, Selasa (27/4/2021) kemarin.
Dijelaskan Basri, hebat bisa dilihat dari sisi pemerintahan dan masyarakat. Hebat pemerintahan maksudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan cepat. Secara keseluruhan berorientasi pada pemberian pelayanan publik terbaik.
Hebat masyarakatnya ialah mewujudkan masyarakat Bontang yang hidup dalam harmoni kendati miliki latar belakang yang beragam. Masyarakat hebat ialah masyarakat yang aktif dan peduli terhadap pembangunan kotanya. Masyarakat Bontang yang hebat ialah yang memiliki daya saing.
Sementara beradab, kata Basri, berkaitan dengan sopan santun, kebijaksanaan, dan saling menghargai. Menurut dia ini penting karena Bontang sangat beragam, multikultur. Kombinasi Bontang hebat dan beradab, sebutnya, memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kesopanan.
“Kami ingin membawa Bontang ini hebat pemerintahannya, hebat masyarakatnya, hebat kotanya,” ucapnya kala ditemui di sekretariat dewan, Rabu (28/4/2021) siang.
Kendati begitu, Wali Kota Basri belum bisa membeber secara rinci bagaimana indikator Bontang hebat dan beradab, serta aktualisasinya di masyarakat kelak. Seperti yang dipertanyakan Agus Haris.
Adapun, Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris menanggapi pidato perdana Wali Kota Bontang Basri Rase dalam rapat paripurna yang dihelat di sekretariat dewan, Selasa (27/4/2021) kemarin. Beberapa hal ditandai politikus Gerindra itu. Paling mencolok, soal abstraknya diksi Bontang Hebat dan Beradab yang digunakan Basri-Najirah untuk pembangunan kelak.
Agus Haris menjelaskan, Basri-Najirah harus bisa membedah pengertian Bontang Hebat dan Beradah. Yang jadi jargon keduanya sejak pilkada, bahkan untuk pembangunan kelak.
Dua kata itu menurutnya cukup abstrak. Untuk mengakan ini hampir tak bisa dipahami, saking kaburnya maknanya. Oleh sebab itu, Agus Harus minta Basri-Najirah membedah maksud Bontang Hebat dan Beradab. Berikan indikator yang jelas. Paparkan bagaimana aktualisasinya kelak. Berikan dewan dan publik pemahan. Jangan sampai keduanya hanya berakhir jadi jargon.
“Hebat dan beradab. Bedah itu. Kasih kami pemahaman. Kasih indikator. Misal hebat, indikatornya apa, beradab apa. Biar kami paham,” ujar legislator ini di hadapan awak media. (*)







