• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Jaang dan Alphad “Disirami” Darah Unggas 

by BontangPost
3 Agustus 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
DEMO MAHASISWA: Aksi mahasiswa menuntut pemerintah kota ambil tindakan terkait naiknya harga ayam dan telur di Samarinda.(FOTO: DEVI/METRO SAMARINDA)

DEMO MAHASISWA: Aksi mahasiswa menuntut pemerintah kota ambil tindakan terkait naiknya harga ayam dan telur di Samarinda.(FOTO: DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Meroketnya harga jual daging ayam di sejumlah pasar tradisional mendapat sorotan tajam dari mahasiswa. Salah satunya datang dari mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Kamis (2/8) kemarin, para mahasiswa asal kampus pelat merah tersebut menggelar aksi di depan kantor Balai Kota Samarinda sebagai bentuk protes atas pasifnya pemerintah dalam mengurai masalah tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Garuda Mulawarman itu menuntut  pemerintah untuk menstabilkan harga ayam dan telur. Selain itu, mahasiswa juga mendesak Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang untuk melakukan operasi pasar dan memberantas para mafia penyelundup ayam dan telur di sejumlah pasar yang  ada di Kota Tepian.

Baca Juga:  Bandara SAMS Jadi Pusat Penerima Bantuan Logistik Luar Negeri

“Masyarakat telah resah dan mengeluhkan kekosongan ayam ini. Di lapangan harga ayam sudah mencapai Rp 80 ribu. Beberapa warung bahkan terpaksa harus tutup karena tidak adanya stok ayam di pasaran,” kata Ketua Aliansi Garuda Mulawarman, Freijae Rakasiwi.

Bahkan usai orasi, para mahasiswa ini nekat menyembelih ayam, kemudian darahnya dikucurkan ke foto Alphad Syarief dan Syaharie Jaang . Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena ketidakbecusan pemerintah dalam mengendalikan harga pasar selama ini.

DEMO MAHASISWA: Aksi mahasiswa menuntut pemerintah kota ambil tindakan terkait naiknya harga ayam dan telur di Samarinda.(FOTO: DEVI/METRO SAMARINDA)

Ia menuturkan, bahwa aksi kemarin merupakan aksi lanjutan yang telah digelar pihaknya di Stadion Madya Sempaja, Minggu (29/7) lalu. Apabila aksi tersebut tidak ditanggapai serius oleh pemerintah, mahasiswa berjanji akan kembali menggelar demo dengan membawa massa yang lebih banyak.

Baca Juga:  Ditinggal Tugas, Para Istri Tentara Olahraga Bersama

“Kami akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak. Kami juga akan melakukan aksi yang lebih ekstrem. Karena saat ini masyarakat tengah resah terkait kenaikan harga ayam. Namun, tidak ada agenda konkret dari pemkot untuk menanggulangi hal ini. Baik itu DPRD maupun wali kota,” ketusnya.

Dalam kesempatan itu, aksi unjuk rasa hanya ditemui oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Nina Endang Rahayu dan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Maria Wati. Pasalnya, saat aksi itu Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang diketahui sedang tidak berada di tempat.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah  tidak pernah mengabaikan setiap keluhan masyarakat termasuk mengenai harga daging ayam. Maria mengatakan, sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang datang membawa aspirasi masyarakat itu.

Baca Juga:  Sosok Akademisi Jadi Politisi Ulung 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik di sini. Namun, bukannya kami tidak peduli dengan keluhan masyarakat. Kami juga telah melakukan tinjauan. Dan kenaikan harga ini terjadi secara nasional,” ujarnya.

Nina menambahkan, saat ini ada kebijakan baru dari pemerintah pusat dengan memberikan antibiotik kepada ayam. Dan hal ini tidak baik bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi  anak-anak. “Sehingga memang ada pembatasan ayam dari pusat,” pungkasnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: demoharga ayamMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot dan Pemprov Tak Satu Suara 

Next Post

Kabar Duka dengan Narasi Ngawur

Related Posts

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur
Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

12 April 2026, 21:40
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas

30 Agustus 2025, 09:09
Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot
Bontang

Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot

12 September 2022, 15:43
Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang
Bontang

Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang

12 Juni 2022, 09:52
Pedagang Ayam Kompak Turunkan Harga
Bontang

Pedagang Ayam Kompak Turunkan Harga

8 April 2019, 21:58
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.