• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Jadi Narasumber, Tsamara Berbagi Cerita “Politik Ibarat Pisau”

by BontangPost
7 September 2017, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
IDOLA BARU: Beberapa peserta seminar mengabadikan momen berfoto bersama Tsamara (baju biru). Tampak Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mendiktekan nomor teleponnya kepada Tsamara.(Lukman/Metro Samarinda)

IDOLA BARU: Beberapa peserta seminar mengabadikan momen berfoto bersama Tsamara (baju biru). Tampak Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mendiktekan nomor teleponnya kepada Tsamara.(Lukman/Metro Samarinda)

Share on FacebookShare on Twitter

TSAMARA Amany Alatas, sosok pemudi kelahiran 1996 itu menjadi sorotan para pemuda Samarinda, Rabu (6/9) kemarin. Kehadiran perempuan muda yang dikenal atas keberaniannya menentang Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ini rupanya menjadi daya tarik dalam seminar garapan Semangat Cinta Indonesia (SCI) Kaltim yang bertempat di Aula Wira Yudha Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma.

Bertindak sebagai salah satu narasumber, Tsamara membagikan kisahnya kepada para peserta seminar. Khususnya terkait keputusannya untuk terlibat dalam dunia politik nasional. Padahal usianya saat ini terbilang muda, 21 tahun.

“Saya awalnya menganggap politik itu kotor. Buat apa saya mesti ikut-ikutan politik, hanya mengotori diri sendiri. Tapi kemudian saya sadar bahwa politik tidak sepenuhnya seperti itu,” kata Tsamara dalam seminar.

Dia menganalogikan politik layaknya sebuah pisau. Di satu sisi pisau bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari, namun bila disalahgunakan bisa melukai bahkan membunuh orang. Politik pun seperti itu. Bila difungsikan sebagaimana mestinya, politik bisa menyejahterakan masyarakat sesuai cita-cita kemerdekaan. Sebaliknya, bila disalahgunakan akan merugikan masyarakat salah satunya korupsi.

Baca Juga:  Kejar Target, Disnak Keswan Siapkan Strategi Khusus 

“Kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari politik. Karena dari politik itulah kebijakan-kebijakan dibuat,” bebernya.

Ketertarikan Tsamara sendiri pada politik berawal saat dirinya magang di Pemprov DKI Jakarta saat masih dipimpin Joko Widodo. Dalam magang yang hanya berlangsung empat bulan tersebut, Tsamara menyadari betapa untuk bisa mengubah sebuah sistem pemerintahan, dia mesti ikut masuk ke dalam sistem tersebut.

“Sebagai generasi muda, saya tidak bisa mengubah sistem hanya dengan berteriak-teriak dan melakukan demonstrasi. Saya harus masuk ke dalam sistem itu. Makanya saya putuskan masuk ke dalam partai politik,” ungkap mahasiswi Universitas Paramadina ini.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Grace Natalie menjadi perahu yang dipilih Tsamara dalam karier politiknya. Salah satu alasannya, PSI merupakan partai baru yang belum memiliki rekam jejak. Sehingga nantinya bila masuk di legislatif, bisa fokus memenuhi janji-janji kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pertambangan Mulai Merambah Kawasan Permukiman, Warga Desa Mulawarman Kian Terdesak 

Menjadi anggota legislatif memang salah satu muara yang dituju Tsamara. Dia punya keinginan bila terpilih bisa memperjuangkan nasib perempuan Indonesia. Memang tak bisa dimungkiri, ongkos politik bukanlah sesuatu yang murah. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya korupsi.

“Dengan ongkos yang besar, banyak calon legislatif yang meminta dukungan dana dari banyak pihak. Terutama dari para pengusaha. Sehingga ketika terpilih, dia melakukan segala hal untuk balas budi pada pihak-pihak pemberi dana. Misalnya dengan mengupayakan tender proyek kepada pengusaha tersebut untuk mengembalikan ongkos politik,” terang Tsamara.

Makanya dalam perjalanan menjadi anggota legislatif kelak, dara berkulit putih ini tidak akan menggunakan pengumpulan dana seperti itu. PSI sendiri kata Tsamara, punya cara yang lebih baik dalam menggalang ongkos politik. Yaitu dengan menerima sumbangan dari masyarakat pendukung.

Baca Juga:  Masalah Tambang Minim Sorotan, Para Korban Tambang Ancam Golput  

“Nominalnya tidak harus besar. Karena bila setiap pendukung memberikan sumbangan, akan terkumpul nilai yang dibutuhkan. Kalau ongkos politik ini datang dari masyarakat, tentunya anggota legislatif terpilih akan memiliki tanggung jawab memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kiprah Tsamara yang memberikan inspirasi ini rupanya diakui oleh Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail. Kata dia, merupakan sebuah kebanggaan ada pemuda yang terjun ke dunia politik. Dia pun berharap ke depan akan banyak pemuda khususnya di Samarinda yang mengikuti jejak Tsamara.

“Silakan saja bila ada pemuda yang punya kepedulian terhadap masyarakat melalui jalur politik. Kalau perlu ke depan legislatif kita diisi oleh para pemuda,” sebut Nusyirwan. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindaseminar
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kelangkaan LPG Dipertanyakan, Pemkot Minta Pertamina Antisipasi 

Next Post

Sok Tahu Penyebab Kebakaran Mobil

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.