bontangpost.id – Pemkot Bontang menunjuk Hotel Grand Mutiara sebagai rumah sakit (RS) satelit RSUD. Nantinya bangunan ini dijadikan tempat untuk merawat pasien terkonfirmasi positif gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Namun demikian, pengelola hotel mematok harga berbeda dalam kerja sama ini.
Sekretaris Kota (Sekkot) Aji Erlynawati mengatakan tahapannya saat ini masuk komunikasi. Ia membenarkan adanya perbedaan informasi sehubungan dengan harga.
“Kalau dari kami menginginkannya harga tetap lama,” kata perempuan yang akrab disapa Iin ini.
Diketahui, Hotel Grand Mutiara pernah dijadikan tempat isolasi bagi kontak erat pada April lalu. Kala itu, pengelola mematok tarif Rp 500 ribu per kamar untuk durasi satu hari. Kerja sama berlangsung dalam kurun kurang lebih sebulan.
Ia menjelaskan kecil peluangnya untuk mencari opsi lain. Jika negoisasi terkait harga tidak terjadi kesepakatan. “Kami sepertinya tetap di sana. Karena dari segi keamanan lebih dibandingkan isolasi mandiri. Kalau yang lain kurang representatif,” ucapnya.
Terkait anggaran yang disiapkan Pemkot, ia belum bisa membeberkan secara rinci. Akan tetapi, akan diambil dari dana tak terduga (DTT). Pun demikian dengan durasi kerja sama nantinya.
“Kalau durasi kerja sama itu masih dibicarakan lebih lanjut,” tutur dia.
Penunjukkan ini seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta. Dengan menunjuk wisma atlet sebagai rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Sedangkan tenaga medis nantinya diisi oleh dokter dan perawat di RSUD Taman Husada.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr Bahauddin mengatakan telah dua kali rapat membahas penunjukkan rumah sakit satelit ini. Kini, tim sedang mempersiapkan aspek teknisnya. Supaya dikemudian hari tidak ada kendala. Sehubungan dengan kenaikan tarif, ia beranggapan wajar. Mengingat perawatan kali ini menyasar pasien terkonfirmasi positif virus korona.
“Pihak hotel pasti akan memperhatikan pelayanannya,” ujarnya.
Sebelum dirawat, pasien terlebih dahulu akan mendapat assessment dari dokter. Mengingat klasifikasi hanya pasien ringan dan OTG yang dilayani di lokasi tersebut. Pun demikian dengan jumlah kamar juga bergantung hasil assessment. (*/ak/kpg)







