• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Jelajah Hutan Kutim (2): Air Terjun Batu Putih yang Menggoda

by Fitri Wahyuningsih
19 Juli 2020, 12:30
in Feature, Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Keindahan air terjun Batu Putih dinikmati para jurnalis Bontang. (Fitri/Bontangpost.id)

Keindahan air terjun Batu Putih dinikmati para jurnalis Bontang. (Fitri/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Yulianti Basri tak henti mengabadikan setiap pesona alam yang membentang di hadapnya. Selama perjalanan menuju lokasi camping Air Terjun Batu Putih. Padahal, di punggungnya ada carrier yang membuat setiap langkah terasa berat. Belum lagi tangan kiri yang menenteng peralatan masak. Dia tak mau tahu. Badan lelah. Langkah tertatih. Tapi ambil gambar adalah wajib.

Yulbas– Akrab dia disapa– merupakan satu dari delapan jurnalis asal Bontang yang melakukan perjalanan menelusuri hutan Kaltim. Tepatnya di Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kutim. Bersama kami saat itu, ikut pula 2 anggota Backpacker Sangatta; Akbar dan Tio.

Sehari sebelumnya kami menyambangi Batu Lapis, Jumat (3/7/2020). Keesokan harinya, Sabtu (4/7/2020) kini giliran Air Terjun Batu Putih yang minta dijejal.

Dari Batu Lapis ke Air Terjun Batu Putih, ditempuh sekitar 10 menit perjalanan darat menggunakan mobil atau motor. Destinasi kedua ini lebih mudah diakses. Sebab kendaraan dapat masuk hingga di mukanya.

Baca juga: Jelajah Hutan Kutim (1): Menikmati Karya Seni Nan Agung yang Terukir di Bebatuan

Ketika berkunjung ke Air Terjun Batu Putih, pengunjung dapat memilih. Ingin menikmati air terjun saja atau sembari camping. Kalau sekadar menikmati air terjun, dari parkiran cuma butuh jalan kaki 3 menit. Kalau mau sembari camping, butuh sedikit usaha.

Dari lokasi mobil terparkir, kami mesti jalan kaki. Menyusuri jalan setapak, dengan semak belukar setinggi pinggang orang dewasa mengadang. Sementara sisanya, menapak jalan berbatu putih. Menanjak. Melawan arus.

Sepanjang perjalanan itu, pengunjung bakal dimanjakan dengan pesona alam yang membentang. Jernihnya air yang mencumbu kaki hingga betis. Lebatnya hutan yang alami. Tak ada sawit. Apalagi tambang batu bara. Padahal bisa dibilang, ini belum jantungnya hutan borneo. Masih bagian luarnya. Tapi sudah demikian magis.

Disarankan ketika ke Air Terjun Batu Putih, lebih baik menggunakan sandal gunung dengan bahan karet. Sebab pengunjung berjalan di atas batu yang dialiri air. Permukaannya tidak rata. Beberapa bagian berlumut. Salah-salah bisa tergelincir kalau tak fokus. Bila menggunakan sepatu, dipastikan basah. Nanti langkah semakin berat. Sudah beban carrier di punggung, ditambah sepatu basah.

Untuk lokasi camping, berada di sisi aliran air. Kontur tanah di sini tak rata. Luasannya pun tak seberapa. Tenda atau dome bisa berdiri, tapi terbatas. Lebih baik bila membentang hammock saja. Sebab lebih mudah. Adaptif lingkungan. Pun banyak pohon-pohon kuat dapat menjadi tiang pengikat hammock.

Kami tiba di lokasi camp sekitar pukul 11.00 Wita. Tak tahan pengin mencumbu air terjun. Selekasnya kami bongkar isi carrier. Seluruh bahan makanan dihampar dekat posisi api unggun. Ada 1 dome didirikan. Sisanya kami hampar hammock. Berderet. Warna warni.

Seluruh kebutuhan di camp siap, segera saja kami sapa air terjun. Padahal kala itu bolong. Sekitar pukul 14.00 Wita. Tapi kami tak peduli. Karena toh hawa panas memang tak terlalu terasa. Barangkali karena kami di tengah hutan. Banyak pohon. Jadinya adem. Sejuk.

Bila diperhatikan, air terjun batu putih ini mirip anak tangga. Seolah tak berujung. Semakin dinaiki, selalu ada anak air terjun. Air mengalir. Terus ke bawah. Hingga ke hilir, yang tak tahu entah dimana ujungnya.

Lantaran sumber air berasal dari hujan yang jatuh ke hutan, secara kasat mata, warnanya seolah memancarkan kehijau-hijauan. Tapi kalau tak ada yang berenang, dasar telaga dapat dilihat dengan mata telanjang.

Hal menakjubkan dari menikmati air yang bersumber langsung dari hutan ialah kemurniannya. Air benar-benar bisa dikonsumsi langsung. Tak ada bau. Bahkan segar.

Lepas menikmati air terjun, sore jelang petang kami mulai masak nasi. Sembari menyiapkan bumbu dan perlengkapan untuk makan siang yang telat, yang dirapel untuk makan malam. Menu kami memang istimewa. Biar di hutan tidak mau juga lidah kalah. Makan sore, kami menyantap nasi, ikan teri goreng, nugget ayam dan mi sebagai “sayurnya”.

Para jurnalis Bontang mengabadikan momen saat camping. (Fitri/Bontangpost.id)

Sementara malam, ini yang lucu. Awalnya kami hendak makan nasi bersama ayam bakar. Detilnya tak perlu dibeber, cukup kami yang tahu. Tapi karena ayam bakar tak kunjung menunjukkan hilalnya, teman-teman sudah tak sabar. Perut sudah keroncongan. Malam mulai larut. Surah banyak ranting-ranting pohon jadi abu untuk api unggun. Walhasil, kami buat menu nan praktis: ikan sarden dan goreng telur. Cuma butuh 10 menit untuk menandaskannya.

Lepas makan malam, beberapa dari kami ada yang kembali ke hammock untuk istirahat. Ada yang mencoba bucin dengan adik tapi gagal karena jaringan nihil. Ada yang mendengarkan musik 80-an sembari ngobrol, ditemani api unggun. Namun dari semua itu, kedamaian dan kesahajaan tinggal di perut rimba memang sangat menakjubkan.

Hanya semalam pula kami di Air Terjun Batu Putih. Pagi hari lepas sarapan kami mandi, lantas bersih-besih lokasi camp. Sebisa mungkin meninggalkan tempat ini tanpa menyisakan apapun. Semua sampah mesti dibawa atau dibakar. Selepasnya, kami pulang. Mengucap selamat tinggal akan pesona Air Terjun Batu Putih. Yang menurut saya, seperti sesosok mahluk mempesona, yang tidak suka pamer tapi selalu menggoda siapapun yang menatapnya.

Penjelajahan di Kutim belum usai. Masih berlanjut. Bahkan masih panjang. Ada banyak hal di hutan Kutim perlu dijelajahi. Semakin ia disentuh, semakin banyak hal menarik.

Namun, perjalanan dengan tim ke Kaliorang usai di Air Terjun Batu Putih. Sebab perjalanan yang lebih panjang, menuju puncak Karst Sangkulirang dilakukan dengan tim lain. Masih dengan jurnalis Bontang. Tapi orangnya beda. Lebih banyak lagi yang ikut. Pun ada tambahan jurnalis dari Samarinda. Tapi yang tetap adalah saya serta dua rekan dari Backpacker Sangatta, Tio dan Akbar. (bersambung)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: air terjun batu putihhutan kutim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Perumda Tirta Taman Terima 365 Aduan, Kebocoran Jadi Aduan Tertinggi

Next Post

Bontang Lestari Rawan Karhutla, 26 Kasus Sepanjang 2020

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor vs Pikap di Poros Sangatta–Bontang, Pengendara Asal Tanjung Laut Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Petugas MBG Jadi ASN, SPPG Bontang Ungkap Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Bontang Ingatkan Sekolah, Tak Boleh Pungut Biaya Bimbel dan LKS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.