• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Jumat Sukses di Hays

by BontangPost
23 Mei 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Hampir satu jam saya sendirian di rumah itu. Eh… masjid itu. Sambil lihat-lihat apa yang tertempel di dinding: sebuah AC-jendela yang lama. Kalimat-kalimat pujian dalam bahasa Arab. Tertempel pula teguran dari Pemda: harus membayar sesuatu. Dan harus melengkapi beberapa syarat perizinan yang belum ada.

Oh… di dinding itulah tertempel: salat Jumatnya pukul 14:35. Ada juga jadwal salat: magrib pukul 21:00.

Saya pun masuk toilet lagi. Ingin berwudlu. Ingin salat sunnah. Lalu ingin baca Quran. Banyak Quran di rak itu. Berbagai ukuran.

Ada juga buku tebal: terjemahan Quran dalam Bahasa Inggris. Saya cukup lama membolak-baliknya.

Menarik. Tiap surah didahului dengan ikhtisar: bicara apa sih surah berikut itu. Misalnya surah At Tariq. Tentang bintang. Disertai ikhtisar apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata ‘bintang pagi’ di surah itu. Baru kali ini saya tahu. Biar pun pernah enam tahun di pesantren.

Tiba-tiba ada orang tua masuk. Agak kaget ia… kok ada saya. Kami pun bersalaman. Berkenalan. Saya disuruh menebak: ia orang mana. Saya tebak: asal Pakistan. Salah. Ia asal Arabi Saudi. Dari kota Dammam.

Baca Juga:  “Urgensi Sifat serta Prilaku Jujur”

Sudah empat tahun di Hays. Ia menemani putrinya. Kuliah di Fort Hays University. Ambil biologi. Tahun depan lulus. Kembali ke Saudi. Minggu depan pun ia pulang ke Saudi. Bersama putrinya.

Ramadan di sini, katanya, tidak enak. Suasananya beda. Ramadan harus di kampung.

Pemerintah Saudi mengijinkan warganya yang perempuan sekolah di Amerika. Asal didampingi orang tuanya. Atau saudara kandungnya. Atau suami/istrinya.

Ia mendampingi putrinya itu. Sewa apartemen dua kamar. Di komplek universitas. Ada tiga wanita Saudi di universitas ini. Dari total sekitar 20 mahasiswa Saudi. Ada yang ambil kimia, geologi, biologi, bahasa dan ada yang ambil gelar doktor.

Setelah berkenalan, orang tua tadi tiba-tiba azan. Jam menunjukkan pukul 14.10. Saya tanya: azan apa tadi? Ia jawab: azan pertama untuk Jumatan. Hanya ada ia dan saya.

Lalu ia menjelaskan bagaimana prosesi Jumatan itu. Seperti mengira saya tidak pernah Jumatan. Saat kami membaca Quran ada satu anak muda datang. Langsung ambil vacuum cleaner. Mem-vacuum karpet. Kami menyingkir: dia mahasiswa dari Saudi juga. Tahun kedua. Ambil geologi.

Baca Juga:  Rhapsody Parodi Menu Minggu Ini

Setelah karpet bersih anak muda itu ke dapur. Membuat dupa. Asapnya mengepul. Aroma dupanya kuat. Dupa itu ia sodorkan ke orang tua tadi. Untuk dihirup aroma –dan asapnya ikut. Asapnya dikibas-kibas dengan tangannya agar asap mengarah ke hidungnya. Lalu disodorkan ke saya. Saya tiru apa yang dilakukan pak tua.

Praktik dupa ini yang tidak ada di Indonesia. Tapi biasa dilakukan di Arab Saudi. Di masjid-masjid Tiongkok juga ada adat bakar dupa. Sebelum sembahyang. Disertai menancapkan lidi hio.

Dengan pembakaran dupa itu pertanda Jumatan akan dimulai. Jam menunjukkan pukul 14.35. Anak vacuum cleaner tadi azan. Itulah azan kedua.

Bersamaan dengan itu orang tua tadi maju. Duduk di kursi lipat. Siap berkhotbah: topinya ia balik. Capingnya dihadapkan ke belakang. Seperti anak muda Amerika yang mau ngerap. Baju kausnya agak lusuh. Jelananya jean. Khotbahnya penuh dalam bahasa Arab. Isinya tentang persiapan memasuki bulan ramadhan. Ibadah apa saja yang harus diperbanyak. Di tengah khotbah sudah ada 10 orang yang datang.

Baca Juga:  UUD Baru yang Sangat Yahudi

Ternyata orang tua itu juga yang jadi imam. Oh…topinya tadi dibalik agar dahinya bisa menempel ke sajadah. Saat sujud.

Habis salat kami saling salaman. Berkenalan. Umunya mereka mahasiswa. Dari Saudi. Ada S1, master dan calon doktor. Hanya satu dari Mesir. Dan satu dari Jordan.

Anak muda vacuum cleaner itu dosen di Riyadh. Bulan depan lulus master. Akan melanjutkan doktornya. Mungkin di Inggris. Di sini, katanya, perlu lima tahun. Di Inggris bisa tiga tahun.

Meski kelihatan sementara, masjid ini permanen. Rumah ini sudah dibeli. Sekitar 16 tahun yang lalu. Tidak ada yang ingat persisnya. Generasi mahasiswa terus berganti.

Ternyata Jumatan pukul 14.35 itu bukan karena alirannya. Tapi lebih karena jam segitulah mereka baru bisa keluar kampus. Hanya ada 20-an orang Islam di sini.

Saya sudah tahu tempat ini. Kapan saja bisa ke sini. Ada atau tidak ada pertanda-pertanda. Hanya orang yang mampu menangkap pertanda-pertanda akan bahagia hidupnya. Itu bukan dari Paulo Coelho. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatandahlan iskan
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gara-gara Dilempar Kembang Api, Gudang Terbakar

Next Post

Menyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Bontang Tancap Gas, Target 5 Kursi di Pileg 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.