• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Jumlah Penduduk IKN Diprediksi Dua Kali Lipat dari Estimasi

by M Zulfikar Akbar
4 Oktober 2019, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Kawasan yang digadang jadi IKN. (prokal)

Kawasan yang digadang jadi IKN. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA– Jumlah penduduk di ibu kota baru digadang-gadang akan melebihi estimasi awal. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut, tak ada batas maksimal jumlah penduduk di ibu kota baru nnatinya. Pemerintah, lanjutnya, akan merancang ibu kota baru berdasar daya dukung.

Bambang menjelaskan, wilayah ibu kota baru bisa diperluas hingga 180 ribu hektare dari tahap awal yang mencapai 40 ribu hektare. Jumlah tahap awal 40 ribu hektare itu bisa menampung 1,5 juta jiwa.   ‘’Perluasan 180 ribu hektare bisa dua kali lipat jadi 3 juta penduduk. PNS yang pindah perkiraannya hampir 200 ribu,’’ ujarnya ditemui di Hotel Pullman, Jakarta.

Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan apabila pemerintah telah menyelesaikan pembangunan tahap awal. Proses awal itu mencakup lahan seluas 40.000 hektare. ‘’Setelah tahap awal rampung pada 2024, proses selanjutnya untuk lahan yang tersisa 180.000 hektare baru dapat dikaji,’’ ujar mantan Menteri Keuangan itu.

Baca Juga:  Pemindahan IKN, Menteri Tak Berani Pasang Target

Bambang menyebut, langkah perluasan bisa dilakukan, namun tetap harus terkendali agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan lingkungan. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan melakukan zoning. Masing-masing bagian kota akan dibatasi kegiatannya untuk hal-hal yang menjadi prioritas seperti kegiatan pemerintahan, pendidikan, dan wisata. ‘’Ibu kota baru tidak dilepas untuk semua sektor. Pertumbuhannya [ibu kota baru] akan terkendali tetapi tetap inklusif,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, berdasarkan estimasi dari Bappenas, pada 2024 nanti diperkirakan ada sekitar 205.000 penduduk yang pindah ke ibu kota baru. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 180.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), di antaranya yakni PNS pusat, pejabat-pejabat di lingkungan eksekutif, legislatif, serta yudikatif dan lainnya. Sementara itu, 25.000 lainnya merupakan anggota TNI dan Polri.

Baca Juga:  Ke Nusantara Hanya 50 Menit, Tol IKN Sisi Balikpapan Tuntas Desember 2024

Sementara itu, konektivitas di ibu kota baru akan rencananya mengandalkan transportasi publik. 75 persen kendaraan masal itu berbahan bakar listrik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan konektivitas tersebut dilakukan dengan membangun MRT, LRT, kereta api, dan bus listrik. ” Itu akan sangat memudahkan pergerakan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di ibu kota baru, Kemenhub mempunyai konsep “Smart City, Smart Mobility”. Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki, dan bersepeda dengan fasilitas yang people dan eco friendly.  Pada jam sibuk,  masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan mobil pribadi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama dengan para stake holder melakukan konsolidasi untuk kemajuan penggunaan kendaraan listrik.  ”Saat ini pemerintah semangat dalam mendorong penggunaan sepeda motor listrik, bus, dan mobil listrik agar masyarakat dapat menggunakannya sebagai kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar Budi. Budi menegaskan memiliki tanggung jawab untuk uji tipe dan uji berkala untuk kendaraan motor listrik yang umum.

Baca Juga:  Prabowo Groundbreaking IKN Perdana Januari 2025, Resmikan Sejumlah Infrastruktur dan Investasi Baru Rp6,5 Triliun

Ada wacana mengenai plat nomor yang berbeda pada kendaraan listrik. ”Kita mengadopsi dari negara-negara yang sudah menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan umum, kalau khusus kendaraan listrik menggunakan plat nomor atau ada pembeda sebagai petunjuk bahwa itu merupakan kendaraan listrik,” katanya. Tujuannya agar para pengguna kendaraan listrik mendapat keistimewaan. Contohnya ada jalur khusus atau tidak perlu membayar parkir. (dee/lyn/prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ibu kota baruikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Perizinan Hampir Rampung, Pizza Hut Segera Beroperasi di Bontang

Next Post

Ditanya Perpu KPK, Jokowi dan Para Menteri Kompak Bungkam

Related Posts

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00
Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur ‘Wildlife Crossing’ Dibangun Demi Beruang Madu dan Bekantan
Kaltim

Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur ‘Wildlife Crossing’ Dibangun Demi Beruang Madu dan Bekantan

18 Maret 2026, 10:00
Prabowo Kunjungi Kaltim Hari Ini, Ini Rangkaian Agendanya
Kaltim

Prabowo Kunjungi Kaltim Hari Ini, Ini Rangkaian Agendanya

12 Januari 2026, 15:18
Gakkum ESDM Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Sekitar IKN, Volume Batu Bara Capai 6.000 Ton
Kaltim

Gakkum ESDM Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Sekitar IKN, Volume Batu Bara Capai 6.000 Ton

14 November 2025, 14:00
Tambang Ilegal 4.000 Hektare Ditemukan di IKN, Negara Rugi Rp 5,7 Triliun
Kaltim

Tambang Ilegal 4.000 Hektare Ditemukan di IKN, Negara Rugi Rp 5,7 Triliun

20 Oktober 2025, 16:30

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.