BONTANGPOST.ID – Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kepolisian menyebut keduanya wafat akibat kondisi kesehatan.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, laporan terkait dua jemaah meninggal dunia diterima pada Sabtu, 27 Desember 2025.
“Keduanya meninggal karena sakit. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Rosyanto.
Meski terdapat kabar duka, Rosyanto menegaskan situasi keamanan di kawasan Sekumpul tetap terkendali. Aparat kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, dan relawan disiagakan untuk menjaga ketertiban serta keselamatan jemaah yang memadati lokasi haul.
Polisi juga memperkuat layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalsel melakukan patroli medis serta menyiagakan pos pelayanan kesehatan di sejumlah titik.
Kapolda meminta agar ketersediaan obat-obatan dan tabung oksigen dipastikan aman untuk mengantisipasi keluhan kesehatan para jemaah.
Untuk pengamanan kegiatan, Polda Kalsel menggelar Operasi Sekumpul Intan 2025 dengan melibatkan 3.099 personel. Operasi tersebut didukung oleh 600 personel TNI, 1.500 petugas lintas instansi, serta puluhan ribu relawan.
Haul Guru Sekumpul merupakan agenda keagamaan tahunan berskala besar yang dihadiri jemaah dari berbagai daerah di Indonesia. Puncak peringatan Haul ke-21 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025.
Pada pelaksanaan haul sebelumnya, jumlah jemaah yang hadir tercatat mencapai jutaan orang. (KP)



