• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result

Kabut Asap Karhutla Kaltim Makin Pekat, Siswa SD Diusulkan Belajar Daring

by Redaksi Bontang Post
7 September 2026, 12:00
in Tak Berkategori
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur memburuk mulai menjadi perhatian terhadap aktivitas belajar siswa.

Pengamat pendidikan dari Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Muhammad Ikhsan, menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) perlu segera dipertimbangkan, khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD) yang dinilai lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Menurutnya, jika kualitas udara sudah berada pada kategori sangat tidak sehat, pembelajaran tatap muka sebaiknya tidak dipaksakan. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Ambang batas sudah terpenuhi untuk kualitas sangat buruk, sudah harus segera, apalagi kepada sekolah-sekolah yang terkhusus kelompok rentan,” ujar Ikhsan, Minggu (6/9/2026).

Ikhsan mengatakan penerapan PJJ sebenarnya bukan hal baru bagi sekolah. Pengalaman selama pandemi Covid-19 dinilai telah membuat guru dan siswa lebih terbiasa dengan pembelajaran dari rumah, termasuk penggunaan berbagai media pembelajaran digital.

“Kita sudah pernah melewati masa-masa Covid, jadi saya kira PJJ ini sudah tidak asing lagi. Untuk PJJ sendiri bukan kendala utama tentunya untuk proses pembelajaran tanpa mengurangi kualitas,” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan PJJ tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan gawai dan koneksi internet. Kesiapan guru dalam menyusun metode pembelajaran juga menjadi faktor penting agar siswa tetap dapat memahami materi dengan baik.

“Bukan berarti hanya internet sama laptop saja, tapi struktur dari kompetensi pedagogis mereka yang perlu diingatkan kembali untuk diperbaiki atau dikembangkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ikhsan mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta tenaga pendidik di Kaltim yang semakin memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif.

Menurutnya, kondisi karhutla juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kontekstual. Guru dapat mengaitkan materi dengan kondisi lingkungan yang sedang terjadi, seperti ekosistem gambut, penyebab kebakaran hutan, hingga pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara menurun.

“Itu sebenarnya bisa jadi bahan ajar sendiri. Kejadian karhutla bisa dijadikan bahan ajar untuk melatih kepada siswa bagaimana ekosistem gambut, kebakaran hutan, menjaga kesehatan, memakai masker,” imbuhnya.

Ikhsan juga menilai kekhawatiran terhadap penurunan kualitas pembelajaran selama PJJ tidak perlu berlebihan apabila penerapannya hanya dilakukan sementara.

Menurutnya, kondisi karhutla umumnya berlangsung dalam periode yang lebih singkat dibandingkan pandemi Covid-19. Karena itu, pembelajaran jarak jauh selama kondisi udara memburuk dinilai masih dapat diterapkan dengan menyesuaikan situasi di lapangan.

“Karhutla ini berbeda dengan Covid-19 yang membutuhkan waktu yang sangat panjang. Pengaruhnya bisa kita ukur. Karhutla ini saya kira masanya lebih pendek, jadi dampak-dampak negatif dari PJJ saya kira belum bisa terukur,” ungkapnya.

Ia mendorong dinas terkait untuk terus memantau indeks kualitas udara secara berkala. Hasil pemantauan tersebut dinilai penting menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembelajaran, terutama untuk melindungi siswa yang termasuk kelompok rentan. (KP)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

21 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Kondisi Jembatan SMP Negeri 5 Bontang Mulai Mengkhawatirkan

Next Post

Jembatan SMPN 5 Bontang Sudah 21 Tahun Belum Pernah Diperbaiki, Pemkot Minta Hibah Lahan Perusahaan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.