BONTANGPOST.ID, Bontang – Jembatan yang menjadi akses utama menuju SMP Negeri 5 Bontang diperkirakan telah berusia 21 tahun. Kondisinya kini membutuhkan perhatian karena mengalami penurunan pada sejumlah bagian.
Hal tersebut disampaikan saat Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan meninjau kondisi jembatan tersebut, Senin (7/9/2026).
Kepala SMP Negeri 5 Bontang, Muhiddin, mengatakan jembatan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan sejak digunakan sebagai akses menuju sekolah. Salah satu kendalanya berkaitan dengan status lahan yang masih berstatus pinjam pakai dari perusahaan.
Akses di bagian depan jembatan berada di atas lahan milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE), sedangkan sisi seberangnya merupakan lahan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNE).
“Apalagi selalu dilalui mobil dan motor serta anak-anak yang melintas, pasti tiap tahun mengalami penurunan ,” ungkap Muhiddin.
Menurutnya, kondisi jembatan perlu segera ditangani sebelum kerusakan semakin parah. Terlebih, akses tersebut juga pernah terendam saat hujan deras sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko bagi siswa maupun masyarakat yang melintas.
Muhiddin berharap perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan setelah persoalan izin penggunaan lahan kembali mendapatkan kepastian.
Ia menilai pemberian sebagian lahan dari perusahaan akan memudahkan pemerintah melakukan perbaikan secara menyeluruh. Dengan begitu, akses menuju sekolah dapat dipastikan tetap aman bagi siswa dan masyarakat.
“Kami berharap PT KNE dan KIE bisa memberikan sedikit lahannya untuk pembangunan jembatan,” pungkasnya. (*)






