• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kakek 65 Tahun Tewas Terpanggang

by M Zulfikar Akbar
11 Juni 2018, 10:45
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ISTIMEWA
MEMAKAN KORBAN: Kebakaran yang terjadi Minggu (10/6) pagi memakan seorang korban jiwa dan menghanguskan tiga rumah

ISTIMEWA MEMAKAN KORBAN: Kebakaran yang terjadi Minggu (10/6) pagi memakan seorang korban jiwa dan menghanguskan tiga rumah

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Minggu (10/6) pagi, sekira pukul 05.45 Wita warga Gang 4, RT 14 Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dikagetkan dengan kobaran api yang muncul dari rumah warga bernama Muhammad Husein. Tak pelak, si jago merah menjalar dengan cepat ke tiga rumah lainnya. Hanya berselang beberapa menit, tiga rumah rata dengan tanah.

Ferdian (32), seorang saksi mata, mengaku dirinya sedang tertidur pulas ketika api pertama kali muncul dari rumah Husein. “Saya tidur di rumah belakang. Saya terbangun beberapa menit setelah api membesar. Semua orang masih tertidur. Saya lihat ada api di rumah sebelang. Kemudian saya berlari dan membangunkan warga,” tuturnya.

Api sudah terlanjur membakar sebagian besar rumah Husein tatkala warga berusaha memadamkannya. Sedangkan mobil pemadam kebakaran baru berdatangan 30 menit setelah api membakar rumah Husein.

“Saat saya melihat api, kamar di depan ini sudah terbakar,” kata Erwin (40), saksi mata lainnya sambil menunjuk salah satu kamar di rumah Husein. Dia menyebut, di kamar itu pula pertama kali api muncul.

Puluhan mobil kebakaran sempat dikerahkan untuk memadamkan api. Namun terhambat karena kekurangan air. Meski berdekatan dengan Sungai Mahakam, saat kebakaran berlangsung kondisi air sedang surut. Sehingga beberapa mobil yang dikerahkan tidak mampu menyedot air yang berjarak puluhan meter dari pinggir Sungai Mahakam.

Alasannya, selang mobil untuk pemadaman api tidak terlalu panjang. “Beberapa mobil yang dibawa ke sini tidak mampu menjangkau api. Didatangkan lagi mobil yang lain, kondisinya sama saja. Sedangkan kami dalam keadaan panik semua. Takut api tidak bisa segera dipadamkan,” ungkap Erwin.

Kemudian, mobil pemadam yang selangnya lebih panjang dikerahkan untuk menjinakkan api. Atas bantuan puluhan warga, api dapat dipadamkan setelah menghanguskan tiga rumah dan sebagian besar teras satu rumah milik warga lainnya.

Sayangnya, meski api sudah mampu dipadamkan, nyawa Husein tak terselamatkan. Pasalnya kakek 65 tahun itu terjebak di tengah kobaran api. Erwin menuturkan, saat warga berhamburan keluar dari rumahnya, Husein masih terjebak di dalam kamar.

“Banyak warga yang berteriak supaya almarhum diselamatkan. Tetapi tidak ada satu pun yang berani masuk di dalam rumah. Karena api sudah membesar. Jangankan untuk masuk, mendekat saja dari sumber api kami tidak berani,” sebutnya.

Ketika api sudah padam, warga dan petugas berbondong-bondong mengangkat jasad Husein. Dari pantauan Ferdian, sebagian besar organ tubuh korban telah terpisah. Bahkan saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie, bagian kaki korban sempat tertinggal di lokasi kejadian.

“Petugas kembali lagi ke sini mencari bagian tubuh almarhum Husein. Akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal. Tetapi kondisinya sudah terpotong,” jelas Ferdian.

Ketua RT 14 Teluk Lerong Ulu, Johansyah menduga api pertama kali muncul di kamar bagian depan rumah Husein karena korsleting listrik. “Karena tepat di sumber api itu ada sambungan listrik. Memang di awal kebakaran, tidak ada ledakan. Makanya dugaan kami api itu muncul karena korsleting listrik,” ungkapnya. (*/um)

 

INFO GRAFIS

Pukul 05.45 Wita: Api muncul pertama kali di rumah Muhammad Husein.

Pukul 06.00 Wita: Warga melihat kobaran api telah membesar di kamar bagian depan rumah Husein.

Pukul 06.05 Wita: Beberapa warga membangunkan pemilik rumah yang terbakar.

Pukul 06.15 Wita: Mobil pemadam kebakaran berdatangan. Petugas berusaha memadamkan api yang telah menjalar ke sebagian besar rumah Husein.

Pukul 06.45 Wita: Api berhasil dipadamkan.

Pukul 07.05 Wita: Husein ditemukan tidak bernyawa di kamarnya. Sebagian organ tubuhnya terlepas.

Pukul 07.15 Wita: Jenazah Husein dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk diotopsi.

Pukul 13.00 Wita: Korban dimakamkan di TPU Muslim Teluk Lerong, Samarinda.

Sumber: Keterangan Saksi Mata

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Informasi Kamar Kosong di RS Bisa Diakses lewat HP

Next Post

Sudah Dua Pesut Mati di Pantai Corong

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.