BONTANG – Kampanye imunisasi measles-rubela (MR) diperpanjang hingga akhir Desember. Plt Kadiskes-KB Bontang Bahauddin mengatakan, saat ini capaian imunisasi MR di Bontang masih rendah, hanya 60,16 persen. Dengan diperpanjangnya masa kampanye imunisasi MR, maka memberi kesempatan besar bagi Bontang untuk menaikkan cakupan imunisasi.
“Untuk bisa melindungi masyarakat dari penyakit campak dan rubela perlu cakupan imunisasi hingga 95 persen. Jika masih di bawah 95 persen, maka penyakit tersebut masih mudah ditulari,” kata Bahauddin.
Bahauddin mengatakan, saat ini tenaga medis akan tetap turun ke sekolah-sekolah. “Puskesmas juga tetap melayani sesuai jadwal imunisasinya,” kata dia.
Dikatakannya, Diskes masih terkendala sekolah yang menolak agar siswanya divaksin. “Padahal ada instruksi Wali Kota agar tak perlu surat persetujuan orang tua. Tetapi pihak sekolah tetap ngotot harus membuat surat persetujuan orang tua,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Bahauddin berencana melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bontang untuk membicarakan hal tersebut. “Mengingat imunisasi MR sebagai upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat” ujarnya.
Sementara itu Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah dan Bencana Diskes-KB Bontang Adi Permana menambahkan, Diskes-KB berencana membuat payung hukum berupa peraturan daerah (perda) tentang imunisasi. “MR ini dipengaruhi oleh halal haram. Tetapi kalau cakupannya rendah, maka Bontang dinilai sebagai daerah penularan penyakit campak,” pungkas Adi.(mga)







