45 Kafilah Ikuti Training Center FASI Nasional
BONTANG – Pemusatan latihan atau Training Center (TC) Kafilah Bontang untuk Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat nasional resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Training Center oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di arena Baitul Quran, Jalan HM Ardans Kelurahan Satimpo, Minggu (19/2) kemarin.
Turut hadir Asisten Administrasi Pembangunan Setda Emilizar Muchtar, Asisten Administrai Umum Setda Sarifah Nurul Hidayati, Ketua Majelis Pertimbangan daerah DPD BKPRMI Bontang, Ketua BKPRMI Bontang Atim Prasojo, serta para orang tua peserta TC garapan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bontang tersebut.
Ketua BKPRMI Atim Prasojo mengatakan, FASI tingkat nasional ini akan dilaksanakan September 2017 mendatang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Untuk mempersiapkan serta mematangkan segala sesuatunya, maka selama empat bulan peserta akan difokuskan untuk mengikuti Training Center yang dipusatkan di arena Baitul Quran dan gedung MUI Bontang.
“Kami harapkan dengan adanya TC selama empat bulan ini kemampuan para peserta lebih ditingkatkan lagi sehingga nantinya dapat mengharumkan nama Bontang dan Kaltim di kancah nasional,” ujar Atim dalam sambutannya.
Atim membeberkan, untuk prestasi FASI Bontang di tingkat provinsi, Bontang sudah sangat membanggakan. Hal ini terbukti sudah tujuh kali Kota Taman selalu meraih juara umum di event tiga tahunan tersebut.
Bahkan di FASI tingkat provinsi yang digelar belum lama ini, Bontang berhasil merebut 15 cabang lomba dari 30 cabang lomba. Hal ini bisa diraih tentu berkat peran semua pihak. “Terutama Pemkot Bontang melalui bagian sosial, bagian humas protokoler, para pelatih, ustaz dan ustazah, serta orang tua santri yang selalu mendampingi buah hatinya,” ungkapnya.
Ditambahkan Saini, Direktur daerah LPPTKA BKPRMI, jumlah peserta yang mengikuti FASI tingkat nasional tahun ini sebanyak 45 peserta. Terdiri dari 17 perserta golongan Taman kanak-kanak Alquran (TKA), 15 peserta golongan Taman pendidikan Alquran (TPA), dan 13 peserta golongan Ta’limul Quran Lil Aulad (TQA).
Untuk cabang yang dilombakan, untuk golongan TKA dan TPA, yakni azan dan iqamat, Cerdas Cermat Agama (CCA), praktik salat, mewarnai, nasyid, pidato bahasa Indonesia, dan tartil. Sementara untuk golongan TQA, cabang lomba yang dilombakan yakni kaligrafi, pidato bahasa Indonesia, kisah islami, tahfidz, terjemah lafdziyah, serta tilawah.
“TC ini terbagi menjadi dua jenis. TC per cabang lomba dan TC gabungan. Untuk TC per cabang lomba dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Tempatnya pun disesuaikan masing-masing. Sementara untuk TC gabungan, dilaksanakan sseminggu sekali setiap hari Minggu,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi BKPRMI yang selama tujuh kali berturut-turut, mampu membawa Bontang meraih juara umum di tingkat provinsi Kaltim.
Dirinya pun turut mendoakan, dengan adanya event FASI ini, anak-anak di Bontang dapat semakin saleh dan salehah. “Walau saat ini Bontang dalam keadaan memprihatinkan, jangan menyurutkan semangat kita untuk terus berprestasi,” ujarnya menyemangati.
ORANG SUPPORT PENUH
Suksesnya kafilah Bontang merebut juara umum di ajang FASI tingkat Provinsi belum lama ini tentu berkat dukungan semua pihak. Salah satu yang terpenting adalah peran dari masing-masing orang tua peserta. Karena berkat support mereka lah, mereka bisa tampil memukau dan merebut hati para juri lomba.
Kodar, ayah dari salah satu peserta cabang lomba nasyid TKA bernama Nauma Malika Putri mengaku seleksi TC yang dilakukan pelatih Bontang benar-benar disiplin sehingga hasil yang didapat pun juga sebanding.
“Kita empat bulan sebelumnya sudah mulai TC. Darerah lain belum tentu seperti kita (Bontang, Red.). Semoga saja hasilnya di nasional nanti juga bisa maksimal,” harapnya.
Terkait support dirinya ke sang anak, Kodar mengaku kendala yang sering dialami yakni harus menyesuaikan dengan mood atau suasana hati anaknya yang masih ‘angin-anginan’. Belum lagi tidak mau latihan jika kondisi badan sudah capek.
“Apalagi saat lomba di provinsi kemarin, latihannya hampir setiap hari. Untuk sekarang biar memicu semangat latihannya, strateginya adalah tempat latihannya selalu berbeda sehingga dia tidak mudah bosan,” ungkpanya.
Senada dengan itu, Rusdianto, salah satu orang tua peserta cabang tartil TPA putri bernama Nabila Laliyah Rusdi juga selalu men-support buah hatinya dalam meraih prestasi di tingkat nasional tersebut. Dirinya berharap, anaknya bisa meraih juara 1 kembali serta selalu diberi kesehatan baik selama TC berlangsung, mapun saat mengikuti lomba nanti.
“Harapan jangka panjangnya, semoga kelak mereka dapat menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” tandasnya. (bbg)






