BONTANGPOST.ID, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat tujuh kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang semester pertama 2026. Jumlah tersebut telah melampaui total kejadian karhutla selama 2025 yang sebanyak enam kasus.
Berdasarkan data BPBD, tujuh kejadian itu tersebar di Kelurahan Satimpo, Kanaan, Belimbing, Bontang Lestari, dan Gunung Elai. Selain itu, BPBD juga dua kali membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah perbatasan, tepatnya di Bukit Kusnodo, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan.
Karhutla pertama tahun ini terjadi pada 26 Januari di Jalan Mente RT 24, Kelurahan Satimpo. Memasuki April, intensitas kejadian meningkat dengan kebakaran di Jalan Ir Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan pada 6 April, kemudian di belakang RSUD Taman Husada, Kelurahan Belimbing pada 18 April.
Selanjutnya, kebakaran kembali terjadi dua hari berturut-turut di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bontang Lestari pada 22 dan 23 April. Adapun kejadian terakhir pada semester pertama terjadi di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, pada 28 Juni.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, mengatakan kondisi cuaca saat ini menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Terlebih, fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun.
“Sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 BPBD mencatat enam kejadian karhutla. Kebakaran tersebar di Kelurahan Api-Api pada Juni, Belimbing pada Juli, Bontang Lestari sebanyak tiga kali pada September, serta Gunung Elai pada Oktober.
Ismail menjelaskan, setiap kejadian karhutla ditangani secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Manggala Agni, perusahaan di sekitar lokasi, relawan, hingga masyarakat setempat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau masih berlangsung. (*)







