BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bontang terus bertambah. Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat sejak Januari hingga 28 Agustus 2025, jumlah penderita sudah mencapai 136 kasus.
Penanggung jawab DBD Diskes Siti Rahimah, mengungkapkan pada Agustus ini saja sudah ada 14 kasus baru. Kelurahan dengan angka tertinggi yakni Guntung (3 kasus), disusul Berebas Tengah, Berbas Pantai, dan Bontang Lestari masing-masing 2 kasus. Beberapa kelurahan lain seperti Belimbing, Loktuan, Satimpo, dan Tanjung Laut Indah melaporkan 1 kasus.
“Warga harus waspada, terutama menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, hujan cukup sering turun di Bontang,” ujarnya.
Data Diskes menunjukkan total notifikasi dengue Agustus ini mencapai 38 kasus, meski sebagian masuk kategori demam dengue (DD). Sementara pada Juli lalu tercatat 16 kasus DBD.
Secara kumulatif, kasus terbanyak sepanjang tahun ini ditemukan di Berbas Pantai (18 kasus), disusul Loktuan (16 kasus). Sedangkan angka terendah ada di Kanaan (2 kasus). Penderita terbanyak berasal dari kelompok usia 5–14 tahun dengan 28 kasus.
Diskes meminta masyarakat melakukan gerakan 3M: menutup rapat penampungan air, menguras tempat penampungan secara rutin, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air. Termasuk vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.
“Fogging bukan solusi utama. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik tetap bisa berkembang biak. Jadi yang paling penting adalah memutus sumber perkembangbiakan nyamuk,” tegas Siti Rahimah.
Untuk wilayah yang sudah ditemukan kasus, Diskes melakukan fogging fokus sebagai langkah tambahan pencegahan. (AK)







