• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pemkot Bontang

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bontang Meningkat, Loktuan Tertinggi

by Redaksi Bontang Post
29 Mei 2026, 15:00
in Pemkot Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi kekerasan anak.

Ilustrasi kekerasan anak.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Alarm persoalan sosial di Kota Bontang semakin mengkhawatirkan. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat sepanjang 2025. Berdasarkan data terbaru UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bontang, Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui tren kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kalau perlu tidak ada yang ditangani karena memang tidak ada kasus. Tapi kenyataannya sekarang trennya meningkat,” ujar Neni.

Data UPTD PPA Kota Bontang 2025 mencatat Loktuan memiliki total 19 kasus kekerasan, terdiri dari satu kasus kekerasan terhadap perempuan dan 18 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dibanding kelurahan lain di Kota Bontang.

Baca Juga:  Hari Otonomi Daerah, Wali Kota Bontang: Diminta Mandiri, Kewenangan Malah Dipangkas

Posisi berikutnya ditempati Bontang Baru dengan 14 kasus, terdiri dari 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 9 kasus kekerasan terhadap anak. Sementara Berbas Tengah juga mencatat 14 kasus yang seluruhnya merupakan kekerasan terhadap anak.

Mayoritas kasus yang terjadi didominasi kekerasan terhadap anak. Di sejumlah wilayah, jumlah kasus terhadap anak jauh lebih tinggi dibanding kekerasan terhadap perempuan.

Kelurahan Tanjung Laut mencatat 11 kasus, terdiri dari satu kasus kekerasan terhadap perempuan dan 10 kasus terhadap anak. Kemudian Bontang Kuala mencatat 10 kasus, Api-Api 9 kasus, Gunung Elai 9 kasus, dan Bontang Lestari 8 kasus.

Sementara itu, Satimpo dan Bontang Baru pada 2025 telah ditetapkan sebagai Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA). Meski demikian, pemerintah menilai penguatan perlindungan dan edukasi tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Wawali Beri Tanggapan Pandangan Umum Fraksi 

Neni mengatakan Pemkot Bontang telah memiliki peraturan daerah sebagai bentuk komitmen perlindungan perempuan dan anak. Pemerintah juga mendorong penguatan masyarakat melalui kelompok perlindungan berbasis komunitas.

“Sudah ada perda yang menjadi komitmen pemerintah untuk perlindungan perempuan dan anak. Bagaimana kita melakukan mitigasi dan penguatan berbasis masyarakat,” katanya.

Ia menilai persoalan ekonomi dan kemiskinan menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga maupun persoalan sosial lainnya.

“Kemiskinan memang bukan satu-satunya faktor, tetapi salah satu penyebab yang memengaruhi,” tuturnya.

Karena itu, Pemkot Bontang terus menjalankan berbagai program penanggulangan kemiskinan dengan harapan persoalan sosial ikut menurun.

Selain kasus kekerasan, Neni juga menyoroti meningkatnya keterlibatan anak-anak dan remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Beberapa kasus bahkan sudah melibatkan pelajar usia SMP.

Baca Juga:  Jelang Iduladha, Harga dan Stok Bahan Pangan di Bontang Diklaim Aman

“Awalnya dikasih gratis, coba-coba, lalu ketagihan. Ini yang memprihatinkan karena anak-anak SMP juga mulai terpapar,” terangnya.

Menurut Neni, pengaruh pergaulan dan media sosial menjadi tantangan terbesar dalam melindungi generasi muda dari berbagai persoalan sosial.

Karena itu, Pemkot Bontang mendorong penguatan pendidikan karakter dan keagamaan di sekolah melalui kegiatan tadarus sebelum belajar hingga salat duha berjamaah.

“Saya berharap dengan penguatan iman dan takwa, anak-anak tidak mudah terpengaruh. Tetapi perkembangan teknologi sekarang memang pengaruhnya luar biasa,” pungkasnya. (ak)

Tags: diskominfo bontangpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tanggul Kanaan Jebol, Pemkot Bontang Masih Cari Formula Penanganan

Next Post

Resep Daging Bumbu Rujak, Olahan Daging Kurban Praktis dan Bikin Nagih

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.