SAMARINDA – Mosi tidak percaya yang dilakukan para guru SMKN 1 Bontang kepada kepala sekolah (kepsek) mereka, Kasman Purba, telah sampai ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.
Sebanyak lima perwakilan guru yang memberikan mosi ini rupanya telah menemui bidang pembinaan SMK Disdikbud Kaltim. Namun begitu Disdikbud Kaltim belum memberikan sikap terkait mosi tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim Basmen Nainggolan mengatakan, pihaknya telah menerima perwakilan guru SMKN 1 pekan lalu. Kedatangan mereka menyampaikan keluhan terhadap kepemimpinan Kasman Purba selaku kepsek.
Disdikbud Kaltim diminta untuk mengganti Kasman dan menunjuk pelaksana tugas (Plt) kepsek sebagai penggantinya.
“Sebelumnya mereka mengadakan rapat. Hasil rapat itu yang disampaikan ke kami. Isinya meminta Pak Kasman diganti dan ditunjuk Plt. Saya bilang tidak semudah itu,” kata Basmen saat ditemui Metro Samarinda (Bontang Post Group) Senin (3/4) kemarin.
Dia menjelaskan, pergantian kepsek tidak bisa semudah itu dilakukan. Dalam hal ini, Disdikbud tidak bisa menerima keterangan satu pihak saja. Melainkan mesti mengumpulkan semua informasi dari pihak-pihak terkait untuk membuat keputusan. Basmen menyebut, para guru tidak bisa begitu saja melakukan mosi tidak percaya untuk menggantikan kepsek.
“Harusnya kan dibicarakan baik-baik terlebih dulu. Harus dengan kepala dingin, harus bijaksana. Apa yang menjadi masalahnya. Bukan dengan mosi tidak percaya begitu saja,” tegasnya.
Dari informasi yang dikumpulkannya, masalah yang mendasari aksi mosi ini adalah gara-gara absensi para guru. Sesuai SK dari dinas, para guru mesti mengisi absensi untuk mendapatkan tunjangan profesi. Kasman sebagai kepsek dituding bersikap semena-mena karena mencoret nama para guru yang tidak absen.
“Kepsek ingin menunjukkan bahwa kalau tidak masuk, ya jangan absen. Jangan mau enaknya saja, tidak masuk tapi minta tunjangan penuh. Kalau katanya kepseknya tidak absen, ya dilaporkan. Tapi kehadirannya ada atau tidak di sekolah,” papar Basmen.
Soal sikap Kasman yang dianggap kurang baik, menurut Basmen kembali ke pribadi masing-masing. Karena dari total 116 guru yang mengajar di SMKN 1, pasti punya pandangan yang berbeda-beda satu sama lain. Sehingga, wajar-wajar saja bila ada pendapat-pendapat seperti itu. Kata dia, permasalahannya ada dalam hal komunikasi. Mungkin saja sebagai kepsek, Kasman dianggap kurang komunikatif. Namun di satu sisi, para guru juga mungkin tidak komunikatif.
“Kalau sama-sama seperti mana bisa bertemu. Saran saya sebagai guru, lebih baik fokus mengajar untuk mencerdaskan para siswa. Jangan mengurus hal yang tidak-tidak,” tambahnya.
Apalagi mulai Senin kemarin hingga Kamis (6/4) lusa, para siswa SMK mengikuti Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK). Karena itu, dia meminta guru-guru bisa menahan diri dan fokus pada penyelenggaraan UNBK. Jangan sampai hal-hal yang tidak perlu mengganggu jalannya kegiatan UNBK tersebut.
“Jangan bikin keributan di sekolah, tidak etis. Apalagi langsung mengeluarkan mosi tidak percaya. Selain itu saya juga dengar banyak guru di sana yang dipaksa untuk tanda tangan,” beber Basmen.
Untuk menyelesaikan masalah ini, Disdikbud Kaltim berencana datang ke SMKN 1 Bontang pada Jumat (7/4) mendatang. Kebetulan Sabtu (8/4) keesokan harinya, pihaknya mendapat undangan salah satu sekolah di sana untuk acara pelepasan siswa kelas XI. Dalam kunjungan ini, Disdikbud Kaltim akan menggali informasi lebih dalam dan melakukan cross check terkait masalah di SMKN 1.
“Supaya segera klir. Dari situ nanti diputuskan langkah yang akan kami ambil,” ungkapnya.
Basmen mengakui, memang saat ini belum ada kantor perwakilan Disdikbud Kaltim di Bontang. Sehingga koordinasi dengan sekolah-sekolah dan para guru masih belum maksimal. Disdikbud Kaltim sendiri telah mengajukan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Menengah di daerah-daerah di Kaltim, termasuk di Bontang. “Masih digodok di biro Ortal Kantor Gubernur,” pungkas Basmen.
Diberitakan sebelumnya, para guru di SMKN 1 mengeluarkan mosi tidak percaya untuk kepsek mereka, Kasman Purba. Mosi ini meminta Kasman dicopot dari jabatannya sebagai kepsek karena dianggap arogan dan bersikap kurang baik kepada para guru. (luk)






