• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kepala SPPG Bontang Blokir Nomor Jurnalis, Pokja 30; Kalau Tak Bisa Terbuka, Lebih Baik Mundur

by Dwi Kurniawan Nugroho
18 Agustus 2026, 14:01
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra. (Nasrullah/Bontang Post)

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra. (Nasrullah/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Penanganan dua kejadian kesakitan akibat pangan yang melibatkan penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Dalam dua kejadian berbeda pada Agustus 2026, sebanyak 83 penerima manfaat dilaporkan mengalami keluhan mual dan muntah. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang terhadap sampel makanan juga menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli).

Kejadian pertama tercatat pada 6 Agustus 2026 dan berkaitan dengan penerima manfaat MBG dari SPPG Bontang Utara Api-Api. Berdasarkan hasil investigasi dan penyelidikan epidemiologi, tercatat 27 kasus sakit.

Sementara kejadian kedua terjadi pada 10 Agustus 2026 dan berasal dari SPPG Bontang Selatan Berbas Tengah 03 yang dikelola Yayasan Vidatra.

Dalam kejadian tersebut, tercatat 56 kasus sakit. Sebanyak 30 orang mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sementara sembilan orang menjalani rawat inap di RS LNG Badak.

Baca Juga:  Sekolah Penerima Program Makan Gratis di Bontang Bakal Bertambah Dalam Dua Pekan

Dua kejadian tersebut menjadi perhatian setelah hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri E. coli pada sampel makanan.

Sebagai tindak lanjut, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut dikenakan suspensi atau penghentian sementara untuk dilakukan evaluasi.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan terbuka dari pengelola SPPG mengenai hasil pemeriksaan tersebut, termasuk langkah evaluasi dan perbaikan yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Wartawan kemudian mencoba meminta penjelasan kepada Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra. Konfirmasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus, hasil evaluasi, serta kondisi dua dapur yang disuspensi.

Namun, upaya konfirmasi tersebut tidak mendapatkan respons. Nomor WhatsApp yang bersangkutan juga sudah tidak bisa dihubungi oleh wartawan, dan diduga telah diblokir.

Baca Juga:  Imbas Kabut Asap, Sekolah di Bontang Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Begini Pengaruhnya ke MBG

Kondisi itu membuat upaya memperoleh penjelasan langsung dari pihak pengelola SPPG terkait perkembangan kasus menjadi terhambat.

Padahal, persoalan tersebut menyangkut keamanan pangan dalam program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Program tersebut juga menggunakan pembiayaan yang bersumber dari APBN.

Pengamat Kebijakan Publik Pokja-30 Kaltim, Buyung Marajo, menilai pengelola program yang menggunakan anggaran negara semestinya terbuka terhadap pertanyaan publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi penting, terlebih ketika program yang dijalankan berkaitan langsung dengan kesehatan penerima manfaat.

“Kalau dia memblokir nomor media itu justru salah. Sebagai pejabat publik harusnya bisa tidak tertutup. Apalagi pembiayaan MBG ini pakai APBN. Publik wajib tahu tindak lanjutnya,” ungkap Buyung saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Menurut Buyung, masyarakat berhak mengetahui hasil evaluasi dan langkah perbaikan yang dilakukan setelah adanya kejadian kesakitan akibat pangan serta temuan bakteri pada sampel makanan.

Baca Juga:  Viral Video Orasi Relawan MBG, Klaim Program Makan Bergizi Gratis Tercantum di Al-Qur’an Bikin Warganet Geram

“Kalau tidak bisa menjadi pejabat publik dan tidak bisa memberikan informasi lebih baik mundur,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan yang dihubungi menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai substansi kejadian tersebut.

Ia mengatakan komunikasi terkait persoalan MBG saat ini dipusatkan melalui Humas Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mohon maaf mas, kami tidak punya kapasitas menjawab itu. Tapi yang jelas dua dapur itu disuspensi, sambil dievaluasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan langsung dari Surya Dwi Saputra mengenai alasan nomor wartawan tidak dapat menghubunginya maupun perkembangan evaluasi terhadap dua SPPG yang disuspensi. (*) 

Tags: MBGMBG Bontangsppg bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Trotoar Bontang Kuala Masuk Prioritas 2027, Material Ulin Diganti Beton

Next Post

Profil Mantan Dandim Bontang, Komandan Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka

Related Posts

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara
Bontang

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara

24 Oktober 2026, 16:56
Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang
Bontang

Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang

13 Oktober 2026, 09:31
Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi
Bontang

Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi

24 September 2026, 11:55
Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa
Bontang

Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa

23 September 2026, 08:15
Tahun Depan, Guru dan Relawan Posyandu Terima Program Makan Bergizi Gratis
Kaltim

Heboh Sekolah Libur tapi MBG Tetap Dibagikan, Ternyata Ini Faktanya di 10 Kabupaten/Kota Kaltim

18 September 2026, 09:00
Bontang

Imbas Kabut Asap, Sekolah di Bontang Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Begini Pengaruhnya ke MBG

17 September 2026, 14:54

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.