• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Kerap Dianggap Tak Cocok dalam Politik, Keterwakilan Perempuan Dinilai Belum Maksimal

by Jelita Nur Khasanah
8 Maret 2024, 18:47
in Ragam
Reading Time: 1 min read
0
Hetifah Sjaifudian salah satu petahana yang kini kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Kaltim

Hetifah Sjaifudian salah satu petahana yang kini kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Kaltim

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Keterwakilan perempuan dalam politik dinilai belum maksimal. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kedudukan perempuan di kursi legislatif.

Dalam kontestasi DPR RI dapil Kaltim misalnya. Dari puluhan kandidat caleg yang ada, hanya satu yang disinyalir dapat melaju ke Senayan, yakni Hetifah Sjaifudian. Ia berhasil meraup sekitar 146 ribu suara yang dapat mengantarkannya kembali mengamankan kursi DPR RI.

Namun hal itu menurutnya belum merepresentasikan keterwakilan perempuan, sebab hanya satu perempuan dari delapan kuota yang ada. “Harapannya minimal ada tiga,” ujarnya.

Sementara ia menyebut, terdapat sejumlah hambatan sehingga pemenuhan 30 persen caleg perempuan terpilih belum dapat tercapai. “Kalau 30 persen kandidat calegnya memang lebih (jumlahnya), tapi yang terpilih kurang,” sebut dia.

Baca Juga:  Aspirasi Hetifah, Berikan Bantuan Sarana Olahraga ke 10 Lembaga

Ia pun memetakan empat hambatan yang menurutnya masih mendominasi. Pertama, dari iklim politik yang mencakup regulasi dan ruang yang diberikan. Komposisi 30 persen menurut aturan dinilai belum memberi kesempatan yang lebih besar untuk terpilih.

Kedua dari sisi partai politik yang menempatkan perempuan tidak dalam posisi strategis. Mestinya parpol juga memperhitungkan nomor urut caleg. Misalnya dengan nomor urut yang disamakan dengan nomor partai.

“Jadi prospek keterpilihan dapat lebih tinggi,” katanya.

Ketiga, dari sisi personal. Banyak perempuan yang sebenarnya memiliki potensi dan pengalaman, namun tidak berminat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

“Alasannya merasa bahwa persaingan terlalu sulit dan membutuhkan modal. Jadi kepercayaan diri dan motivasi harus ditingkatkan lagi dengan memberi sugesti yang positif,” lanjutnya.

Baca Juga:  Legislator Cari Ikon Ibu Kota Baru, Ada Usulan?

Kendala terakhir ialah pemiih. Kata dia, kebanyakan pemilih masih beranggapan bila perempuan tidak cocok terjun ke dunia politik ataupun menjadi pemimpin. Stereotipe tersebut pun tak jarang datang dari sesama perempuan.

Jika demikian, perempuan yang terpilih nantinya harus menjadi role model sebab hal itu erat kaitannya dengan kepercayaan publik terhadap perempuan.

“Stereotipe itu dapat dipatahkan dengan pembuktian, salah satunya prestasi,” tandasnya. (*)

Tags: Caleg Perempuanhetifah sjaifudian
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pesawat Pilatus Pengangkut Sembako dari Tarakan–Krayan Kaltara Hilang Kontak

Next Post

Berikut Rute Arak-arakan Piala Adipura Kencana di Bontang

Related Posts

Ketua Komisi X DPR Ingatkan Sekolah di Bontang Jujur Isi Dapodik, Poles Data Hambat Bantuan
Bontang

Ketua Komisi X DPR Ingatkan Sekolah di Bontang Jujur Isi Dapodik, Poles Data Hambat Bantuan

19 Desember 2025, 15:24
Satu-satunya di DPR RI dari Dapil Kaltim, Hetifah Pastikan Serap Aspirasi Perempuan
Kaltim

Satu-satunya di DPR RI dari Dapil Kaltim, Hetifah Pastikan Serap Aspirasi Perempuan

11 Maret 2024, 09:00
Hetifah Sjaifudian Lolos ke , Raih Suara Tinggi tanpa Politik Uang
Kaltim

Hetifah Sjaifudian Lolos ke , Raih Suara Tinggi tanpa Politik Uang

5 Maret 2024, 20:00
Hetifah Ingatkan Pentingnya Vaksin untuk Guru
Kaltim

Hetifah Ingatkan Pentingnya Vaksin untuk Guru

26 September 2021, 10:04
Hetifah Serap Aspirasi Warga Kaltim melalui Diskusi Virtual
Kaltim

Hetifah Serap Aspirasi Warga Kaltim melalui Diskusi Virtual

6 Maret 2021, 09:33
Pesan Hetifah di Hari Pers Nasional
Nasional

Pesan Hetifah di Hari Pers Nasional

10 Februari 2021, 17:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.